logo


Berniat Mundur, AS Segera Tarik dan Kurangi Jumlah Staf Perwakilan Mereka di WHO

AS berencana untuk segera melakukan penarikan dan pengurangan staf perwakilan mereka yang berada di WHO

4 September 2020 19:45 WIB

WHO
WHO istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat akan segera melakukan penarikan dan pengurangan staf perwakilan mereka di Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelum sepenuhnya mundur dari keanggotaan organisasi tersebut mulai 6 Juli 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Dalam Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (3/9).

"Hari ini, Amerika Serikat mengumumkan langkah selanjutnya terkait mundurnya kami dari keanggotaan WHO dan mengalihkan sumber daya AS. Pengalihan ini mencakup pemrograman kembali anggaran yang tersisa dari rencana APBN 2020 terkait dengan kontribusi AS kepada WHO untuk digunakan dalam membiayai organisasi milik PBB lainnya," kata Ortagus dikutip dari Sputnik News pada Jumat (4/9).


Presiden Brazil Tak Akan Wajibkan Masyarakat Ikuti Program Vaksin Covid-19

"Sebagai tambahan, AS akan mengurangi jumlah staf yang berada di WHO, termasuk menarik sejumlah staf Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS) dari markas WHO," tambahnya.

Ortagus juga mengatakan bahwa AS juga akan mengurangi kehadiran mereka dalam rapat atau pertemuan yang diselenggarakan oleh WHO. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Trump menilai WHO bersikap tidak netral dan terlalu condong ke China.

"Dia (Trump) telah menjelaskan bahwa kami akan mencari rekan dan partner yang lebih kredibel dan transparan," tambahnya.

Sebelumnya, usai melontarkan klaim yang menyebut WHO telah membantu China menyembunyikan informasi mengenai asal usul virus Covid-19, Donald Trump memutuskan bahwa AS mundur dari keanggotaan WHO.

Sementara itu, WHO sendiri menyatakan bahwa pengumuman status darurat pada 30 Januari lalu tentunya memberikan waktu yang sangat cukup bagi AS untuk bersiap menghadapi pandemi, sedangkan China mengatakan bahwa mereka sebenarnya telah bertindak sangat transparan terkait informasi asal muasal virus Sars-Cov-2.

Imbangi Dominasi China, Negara Ini Minta AS Bangun Fasilitas Militer di Wilayahnya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×