logo


Presiden Brazil Tak Akan Wajibkan Masyarakat Ikuti Program Vaksin Covid-19

Jair Bolsonaro mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mewajibkan program imunisasi Covid-19 kepada masyarakat Brazil

4 September 2020 18:22 WIB

Presiden Brazil Jair Bolsonaro
Presiden Brazil Jair Bolsonaro istimewa

RIO DE JANEIRO, JITUNEWS.COM - Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, pada Kamis (3/9) menyatakan bahwa jika nantinya vaksin COvid-19 telah tersedia, maka program vaksinasi tidak akan menjadi sebuah kewajiban yang perlu dilakukan oleh masyarakat Brazil.

"Banyak orang menginginkan agar vaksin COvid-19 diberikan dengan paksaan, namun tidak ada undang-undang yang mengatur akan hal itu," kata Bolsonaro dalam Facebook Live Chat dengan para pendukungnya, dikutip dari CNA pada Jumat (4/9).

Hal senada juga diungkap oleh Wakil Presiden Brazil Hamilton Murao.


Kemenlu China: Bagaimana Mungkin PUBG Mengancam India?

"Tidak mungkin bagi pemerintah, kecuali jika kita hidup dalam negara diktator, memaksa semua orang untuk mendapatkan vaksinasi," kata Murao dalam sebuah wawancara radio.

Brazil diketahui merupakan negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia, setelah AS, dengan jumlah kasus lebih dari 4 juta dan lebih dari 124 ribu kematian. Pada Kamis, pemerintah Brazil kembali melaporkan 43,773 kasus Covid-19 dengan 834 kematian.

Pemerintah Brazil sendiri saat ini telah menandatangani kesepakatan dengan perusahaan AstraZeneca untuk membeli 30 juta dosis vaksin COvid-19 yang dikembangkan bekerja sama dengan Universitas Oxford, dengan opsi 70 juta dosis lagi jika vaksin tersebut bekerja dengan baik.

Sejumlah vaksin juga saat ini tengah menjalani tahap uji coba di Brazil, yakni vaksin buatan Univeristas Oxford/AstraZeneca, Sinovac Biotec milik China, dan Pfizer Inc yang bekerja sama dengan BioNTech dan perusahaan farmasi milik Johnson & Johnson, Jannsen.

Jacinda Ardern Tegaskan PSBB Selandia Baru Berlaku Hingga Pertengahan September

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia