logo


Fahri Hamzah: Berat Kalau Menteri Agama Minder dengan Agamanya

Fachrul Razi menyebut bahwa paham radikal masuk melalui orang yang berpenampilan menarik

4 September 2020 18:15 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

Sebelumnya, pernyataan Fachrul tersebut disampaikan dalam acara webinar bertajuk 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara', yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB, Rabu (2/9).

"Kalau kita bicara tentang radikalisme ASN, maka banyak tempat yang perlu kita waspadai, tempat pertama adalah pada saat dia masuk, kalau tidak kita seleksi dengan baik, khawatir kita benih-benih atau pemikiran-pemikiran radikal itu akan masuk ke pemikiran ASN," kata Fachrul.

Fachrul mengatakan bahwa paham radikjal masuk melalui rumah ibadah ASN.


Soal Radikalisme Masuk Lewat Good Looking, MUI: Itu Sangat Menyakitkan

"Saya katakan di tempat institusi pemerintahan sangat banyak peluang untuk masuk pemikiran-pemikiran radikalisme. Sehingga saya pernah mengingatkan seorang menteri karena saya pernah salat Jumat di tempat itu, mohon maaf kalau saya bilang salat Jumat, bukan berarti kalau radikal itu hanya Islam saja, bukan. Saya salat Jumat di masjid itu saya terkejut saya WA menteri yang bersangkutan 'Bu ini bahaya sekali nih, kok saya salat Jumat di situ khotbah-nya menakutkan banget itu, kok bisa seperti itu masuk di kita'. Beliau bilang 'Pak dulu banyak lagi, sekarang sudah saya kikis habis masih ada sisa-sisanya dikit, akan saya kikis habis lagi', jadi kembali ini, luar ibadah bukan hanya di luar sana. Di dalam BUMN, di lingkungan pemerintahan pun masuk," ceritanya.

"Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan," ucapnya.

 

Menag Sebut Radikalisme Masuk dari Good Looking, PBNU: Kita Disuruh Hati-hati

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata