logo


Jacinda Ardern Tegaskan PSBB Selandia Baru Berlaku Hingga Pertengahan September

PM Jacinda Ardern mengatakan bahwa status pembatasan sosial yang diberlakukan di Selandia Baru tetap diberlakukan hingga pertengahan September

4 September 2020 17:15 WIB

Jacinda Ardern
Jacinda Ardern istimewa

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, pada Jumat (4/9) menyatakan bahwa aturan pembatasan sosial yang kembali mereka berlakukan menyusul adanya kemunculan kasus Covid-19, diberlakukan hingga pertengahan September.

Auckland, kota terbesar di Selandia Baru dan salah satu klaster Covid-19 terbaru, akan tetap diberikan status peringatan level 2.5 yang mana hal tersebut membatasi adanya sebuah kerumunan diatas 10 orang.

"Respon ekonomi terbaik tetap menjadi respon kesehatan yang kuat. Jika kita melakukannya dengan benar, kita dapat mencabut pembatasan sosial tersebut lebih cepat dengan resiko yang lebih kecil," kata Ardern dalam sebuah konferensi pers dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (4/9).


Australia Perpanjang Masa Darurat Covid-19 Hingga Akhir Tahun

Selain Auckland, semua kota dan daerah yang berada di wilayah Selandia Baru berada pada status peringatan level 2, sehingga masyarakat diminta untuk selalu memperhatikan aturan sosial distancing dan tidak diijinkan berkerumun diatas 100 orang. Aturan tersebut akan dikaji lagi pada 14 September mendatang.

Pada Jumat (4/9) ini, Selandia Baru kembali melaporkan 5 kasus Covid-19 tambahan, dengan dua kasus diantaranya merupakan kasus impor, yang kini telah diisolasi pada fasilitas yang disediakan.

Selain itu, Selandia Baru juga melaporkan satu kematian yang terjadi pada Jumat, yang merupakan kematian pertama akibat infeksi Covid-19 dalam tiga bulan terakhir. Otoritas kesehatan mengatakan bahwa pasien meninggal tersebut merupakan salah satu kasus dari klaster yang muncul di Auckland pada bulan lalu.

Selandia Baru sejauh ini telah melaporkan 1,413 kasus Covid-19 dengan 112 diantaranya merupakan kasus aktif dan 23 kematian.

Kemenlu China: Bagaimana Mungkin PUBG Mengancam India?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia