logo


Soal Radikalisme Masuk Lewat Good Looking, MUI: Itu Sangat Menyakitkan

Fachrul Razi menyebut bahwa paham radikal masuk melalui orang yang berpenampilan menarik atau good looking serta memiliki kemampuan agama yang baik.

4 September 2020 14:30 WIB

Ketua Biro Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional KH Muhyiddin Junaidi
Ketua Biro Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional KH Muhyiddin Junaidi Dok. Jitunews/Nurman

"Menag tak boleh mengeneralisir satu kasus yang ditemukan dalam masyarakat sebagai perilaku mayoritas umat Islam. Sejak jadi Menag, yang dijadikan kambinghitamkan adalah umat Islam. Ia sama sekali tak pernah menyinggung pengikut agama lain melakukan kerusakan bahkan menjadikan rumah ibadah sebagai tempat untuk mengkader para generasi anti-NKRI dan separatis radikalis yang jelas musuh bersama. Menag menghilangkan semua stigma negatif tentang umat Islam yang beramar makruf dan nahi munkar demi tegaknya keadilan dan kebenaran di negeri ini," ujarnya.

Sebelumnya, pernyataan Fachrul tersebut disampaikan dalam acara webinar bertajuk 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara', yang disiarkan di YouTube KemenPAN-RB, Rabu (2/9).

"Kalau kita bicara tentang radikalisme ASN, maka banyak tempat yang perlu kita waspadai, tempat pertama adalah pada saat dia masuk, kalau tidak kita seleksi dengan baik, khawatir kita benih-benih atau pemikiran-pemikiran radikal itu akan masuk ke pemikiran ASN," kata Fachrul.


Pernyataannya Terkesan Islamophobia, Fadli Zon Minta Menteri Ini Diganti

Fachrul mengatakan bahwa paham radikjal masuk melalui rumah ibadah ASN.

"Saya katakan di tempat institusi pemerintahan sangat banyak peluang untuk masuk pemikiran-pemikiran radikalisme. Sehingga saya pernah mengingatkan seorang menteri karena saya pernah salat Jumat di tempat itu, mohon maaf kalau saya bilang salat Jumat, bukan berarti kalau radikal itu hanya Islam saja, bukan. Saya salat Jumat di masjid itu saya terkejut saya WA menteri yang bersangkutan 'Bu ini bahaya sekali nih, kok saya salat Jumat di situ khotbah-nya menakutkan banget itu, kok bisa seperti itu masuk di kita'. Beliau bilang 'Pak dulu banyak lagi, sekarang sudah saya kikis habis masih ada sisa-sisanya dikit, akan saya kikis habis lagi', jadi kembali ini, luar ibadah bukan hanya di luar sana. Di dalam BUMN, di lingkungan pemerintahan pun masuk," ceritanya.

"Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, hafiz, mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-orang orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid. Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan," ucapnya.

Radikalisme Masuk Lewat Good Looking, PPP: Menag Seharusnya Lebih Bijaksana

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata