logo


Atasi ASN Terpapar Radikalisme, Pemerintah Luncurkan Aplikasi 'ASN No Radikal'

Tjahjo menerangkan aplikasi ini terhubung dengan sejumlah institusi dan lembaga sehingga dapat memudahkan dalam menangani ASN yang tersusupi paham radikal.

3 September 2020 17:40 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah meluncurkan aplikasi “ASN No Radikal” demi mempercepat penanganan Aparatur Sipil Negara yang terpapar paham Radikalisme.

"Sudah hadir aplikasi ASN No Radikal, terobosan aplikasi berbasis IT (informasi teknologi) yang diharapkan dapat memudahkan penanganan radikalisme," kata Menteri PAN-RB,Tjahjo Kumolo secara virtual, Kamis (3/9).

Tjahjo menerangkan aplikasi ini terhubung dengan sejumlah institusi dan lembaga sehingga dapat memudahkan dalam menangani ASN yang tersusupi paham radikal.


ASN Dapat Jatah Uang Pulsa, Siswa Malah Tidak, Politisi Gerindra Kritik Keras

Institusi atau lembaga yang terkoneksi seperti pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Lewat ASN No Radikal, lanjut Tjahjo, hal-hal yang berkaitan dengan radikalisme di ruang lingkup ASN bisa dimonitor. Selain itu, aplikasi tersebut berperan sebagai sarana berkoordinasi dan berkomunikasi antarpimpinan kementerian dan lembaga, serta kepala daerah dalam penanganan ASN yang terpapar paham radikal.

Tjahjo menambahkan, perkembangan terkait penanganan pengaduan dapat dipantau oleh para menteri dan kepala badan yang bersangkutan dalam Surat Keputusan Bersama 11 Kementerian dan Lembaga Dalam Penanganan Radikalisme di Lingkungan ASN.

Selama ini, Tjahjo mengaku pihaknya sering menangani laporan mengenai ASN yang berpaham radikal. Dia memastikan tidak bersikap asal-asalan dalam menanganinya.

"Kami sepakat dengan Menteri Agama dan BNPT, kalau di ASN terpapar, ya, kami bina. Kami 'nobjobkan' dulu, lalu kami bina," ucapnya.

Jika sudah dibina secara maksimal dan ASN yang bersangkutan masih saja nyeleweng, maka akan dijatuhkan sanksi yang lebih tegas.

Resmi! PNS Bakal Terima Pulsa Gratis hingga Rp400 Ribu

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×