logo


Andi Irfan Tersangka Baru dalam Kasus DjokTjan, DPR: Masih Ada Pihak Lain yang Terlibat

Wihadi Wiyanto menilai penetapan status tersangka Andi Irfan bukanlah akhir dari penyelesaian kasus Djoko Tjandra.

3 September 2020 12:02 WIB

Terdakwa kasus Bank Bali, Djoko S Tjandra
Terdakwa kasus Bank Bali, Djoko S Tjandra ANTARA FOTO/Maha Eka Swasta

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Kejaksaan Agung menetapkan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka teranyar dalam pusaran suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra ke Pinangki Sirna Malasari. Mantan kader Partai NasDem itu disebut-sebut sebagai perantara uang dari Djoko Tjandra ke Pinangki

Anggota Komisi III DPR, Wihadi Wiyanto menilai penetapan status tersangka Andi Irfan bukanlah akhir dari penyelesaian kasus Djoko Tjandra.

Pasalnya, masih ada beberapa orang yang terlibat dalam hal ini pertama, keterlibatan Rahmat yang juga bersama-sama dengan Pinangki, Anita Kolopaking dan Andi Ifran menemui Djoko Tjandra.


Blak-blakan, Djoko Tjandra Akui Beri Uang ke Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte

"Jadi saya kira, dengan penetapan tersangka dan penahanan Andi Irfan ini satu langkah kedepan dalam kasus Djoko Tjandra. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya karena masih ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat,” ujar Wihadi di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

“Dan Ini saya kira tentunya hasil daripada keikusertaan masyarakat selalu mengawasi proses penyidikan kasus ini dan saya harapkan kasus ini biar terang benderang untuk kedepannya," imbuhnya.

Disis lain, Politikus Gerindra ini pun mengingatkan kepada penyidik Kejagung untuk menelusuri keterlibatkan oknum di Mahkamah Agung (MA) dinilainya ada hubungannya dengan Djoko Tjandra. Karena alasan utama DjokTjan datang ke Indonesia karena ingin mengurus fatwa MA terkait kasus hukumnya.

"Saya juga ingin ingatkan adanya keterlibatan Mahkamah Agung (MA) dalam masalah fatwa yang diurus itu juga bisa terungkap siapa sebenarnya yang sudah dihubungi di MA dan Ini sekali lagi bisa menjadi pintu masuk menyelesaikan kasus ini," pungkasnya.

Soal Kasus Jaksa Pinangki Diserahkan ke KPK, Gerindra: Nggak Perlu Terburu-buru

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar