logo


Ini Asumsi Makro Sektor ESDM Tahun 2021

Penetapan ICP tersebut berdasarkan pertimbangan, realisasi ICP dari bulan Januari - 28 Agustus 2020

3 September 2020 11:04 WIB

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengusulkan Asumsi Dasar Sektor ESDM RAPBN Tahun 2021 mendatang. Harga Rata-Rata Minyak Mentah Indonesia (ICP) sebesar USD45/barel, lifting minyak dan gas bumi sebesar 1,712 juta barel setara minyak per hari, volume BBM dan LPG bersubsidi sebesar 7,50 juta metrik ton, subsidi tetap minyak solar sebesar Rp500 per liter dan subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp53,59 triliun. Usulan ini disampaikan Menteri ESDM dalam Rapat Kerja dengan Komsi VII DPR RI hari ini, Rabu (2/9).

"Pemerintah mengusulkan Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN Tahun 2021 yaitu, ICP sebesar USD45/barel. Penetapan ICP tersebut berdasarkan pertimbangan, realisasi ICP dari bulan Januari - 28 Agustus 2020 mencapai USD40,10/barel dengan outlook rata-rata tahun 2020 sebesar USD35-40/barel. ICP rata-rata tanggal 1 s.d 28 Agustus 2020 sebesar USD41,66/barel," ujar Menteri Arifin.

Saat ini lanjut Menteri ESDM, dinamika harga minyak dunia sangat sulit diduga, berdasarkan proyeksi beberapa pihak dalam Polling Reuters dan Short Term Energy Outlook dari US-EIA-DOE, harga minyak dunia tahun 2021 diperkirakan pada kisaran USD45,53 - 49,85/barel. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga minyak, seperti OPEC+ yang melakukan kebijakan pemotongan produksi minyak mentah mengimbangi kekhawatiran melemahnya permintaan minyak akibat Pandemi Covid-19.


Top! Empat Tahun Berturut-turut Kementerian ESDM Dapat WTP

Untuk lifting minyak dan gas bumi, dengan mempertimbangkan realisasi lifting migas Januari hingga Juli 2020 mencapai 1,699 juta barel setara minyak per hari, Outlook Lifting Migas Tahun 2020 sebesar 1,697 juta barel setara minyak per hari dan hasil Raker 29 Juni 2020, Lifting Migas tahun 2021 disepakati sebesar 1,680 - 1,720 juta barel setara minyak per hari, maka dengan pertimbangan tiga faktor tersebut diatas Pemerintah mengusulkan lifting migas pada Nota Keuangan RAPBN 2021 ditetapkan sebesar 1,712 juta barel setara minyak per hari, dengan rincian lifting minyak bumi sebesar 705 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi sebesar 1,007 juta barel setara minyak per hari.

Dan untuk mencapai target lifting minyak dan gas bumi ini, Menteri ESDM menegaskan akan terus mendorong agar Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk melakukan peningkatan produksi migas.

Asumsi selanjutnya yakni volume BBM dan LPG bersubsidi. Pemerintah mengusulkan sebesar 7,50 juta metrik ton atau sama dengan dari hasil Raker 29 Juni 2020 yang menyepakati kuota volume LPG 3 Kg tahun 2021 sebesar antara 7,50 - 7,80 juta MTon.

Sementara, subsidi tetap minyak solar dan subsidi listrik, diusulkan Pemerintah subsidi tetap untuk Minyak Solar yaitu sebesar Rp500 per liter, dari sebelumnya sebesar Rp1.000/liter pada tahun 2020. Hal ini telah sesuai dengan hasil Raker tanggal 29 Juni 2020. Sedangkan untuk subsidi listrik untuk Nota Keuangan RAPBN 2021 ditetapkan sebesar Rp53,59 triliun dengan asumsi nilai tukar sebesar Rp14.600/USD dan ICP sebesar USD45/Barel.

Keringanan Tagihan Listrik Ringankan Beban Industri Akibat Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan