logo


Masjid Pemerintah Rentan Disusupi Paham Radikal, Menag Teringat Khutbah yang Menakutkan

Menag minta pengurus masjid pemerintah diisi pegawai yang bekerja diinstansi yang bersangkutan

3 September 2020 08:29 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi di dampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid ditemui saat membuka Rakernas Kementerian Agama 2020
Menteri Agama Fachrul Razi di dampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid ditemui saat membuka Rakernas Kementerian Agama 2020 Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Agama Fachul Razi mengatakan bahwa masjid di lingkungan pemerintahan rentan disusupi oleh kelompok radikal.

Kata Fachrul, salah satu cara paham radikalisme masuk ke masjid milik pemerintahan yaitu dengan melibatkan masyarakat umum ke dalam kepengurusan masjid. Orang yang bersangkutan memiliki paham radikal dengan kemampuan keagamaan dan penampilan yang mumpuni.

Ia pun membagikan pengalamannya ketika Salat Jumat di salah satu masjid milik kementerian.


Jokowi Sebut Krisis Akibat Pandemi Covid-19 Merupakan Momentum Tepat untuk Berbenah

"Sehingga saya pernah ingatkan seorang menteri, karena saya pernah Salat Jumat di masjid itu, saya terkejut, saya Whatsapp ke menteri yang bersangkutan, 'bu bahaya sekali, kok Salat Jumat di situ khotbahnya menakutkan banget," kata Fachrul dalam webinar bertajuk 'Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara' di kanal YouTube Kemenpan RB, Rabu (2/9/2020).

Fachrul meminta agar kepengurusan masjid di lingkungan pemerintahan wajib diisi oleh pegawai yang bekerja di instansi yang bersangkutan. Hal tersebut untuk menghindari potensi masuknya paham radikalisme yang dibawa oleh masyarakat umum.

"Pengurusnya harus pegawai pemerintah kalau masjidnya di lingkungan pemerintahan. Tidak boleh ada masyarakat umum di situ ikut jadi pengurus," pungkasnya.

Di Tengah Pandemi Angka Perceraian Meningkat, Menag: Kita Pelajari

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati