logo


Dapat Sanksi dari Donal Trump, Bos Huawei: Kami Tak Akan Pernah Benci Amerika Serikat

Dijatuhkannya sanksi lanjutan kepada Huawei berdampak buruk terhadap industri chipset global

2 September 2020 16:00 WIB

Bos Huawei Ren Zhengfei
Bos Huawei Ren Zhengfei istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat pada awal bulan Agustus lalu telah menjatuhkan sanksi tambahan kepada perusahaan telekomunikasi China, Huawei dimana hal tersebut sangat menyita perhatian dunia.

Menanggapi hal tersebut, bos Huawei Ren Zhengfei menilai bahwa sanksi tersebut sangat bersifat politis. Ia mengatakan bahwa Huawei akan terus bertahan meskipun pemerintah AS ingin membuat perusahaan tersebut kolaps.

"Keinginan untuk bertahan menginspirasi kita untuk mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Apapun yang terjadi, kami tidak akan pernah membenci Amerika Serikat. Sanksi ini dibuat oleh sejumlah tokoh politik dan tidak merepresentasikan perusahaan-perusahaan, dan masyarakat AS," kata Ren Zhengfei dikutip dari Gizchina pada Rabu (2/9).


India Tuding Pasukan China Lakukan Aksi Provokatif di Wilayah Perbatasan

"Jika anda ingin benar-benar kuat, anda harus belajar dari semua orang, termasuk musuh anda," tambahnya.

Dengan sanksi yang telah diperbarui oleh AS, maka Huawei dilarang melakukan bisnis dengan produsen chipset yang menggunakan teknologi AS. Menurut beberapa laporan, sanksi tersebut berdampak buruk terhadap industri chipset.

Menurut CEO VLSI Research, Dan Hutcheson, sanksi AS terhadap Huawei akan menyebabkan adanya timbunan chipset dalam jumlah besar di semua industri chip. Meskipun pemerintah AS telah menawarkan dana bantuan sebesar USD 22,8 miliar kepada sektor industri AS untuk mendorong mereka memproduksi chipset sendiri, namun anggaran tersebut tidak akan cukup.

Biaya konstruksi pembangunan fasilitas pabrik chipset saja diperkirakan akan menelan anggaran hingga USD 15 Miliar, dimana sebagian besar akan digunakan untuk membeli perlengkapan dan peralatan yang sangat mahal. Sementara untuk program penelitian dan pengembangan (R&D) membutuhkan anggaran sedikitnya USD 12 Miliar.

Turki Kecam AS yang Mencabut Embargo Senjata atas Siprus

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia