logo


Filipina Tak Akan Hentikan Proyek Mereka dengan Perusahaan China yang Di-Blacklist oleh AS

Juru bicara Presiden Filipina menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan proyek infrstruktur yang melibatkan sejumlah perusahaan China meskipun perusahaan tersebut masuk dalam daftar hitam AS

2 September 2020 13:04 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Reuters

MANILA, JITUNEWS.COM - Filipina tidak akan menghentikan proyek-proyek infrastruktur mereka yang melibatkan sejumlah perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat, yang merupakan sekutu FIlipina. Juru bicara Presiden Duterte mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti kepentingan pihak asing.

Harri Roque, juru bicara kepresidenan Filipina menyatakan bahwa Rodrigo Duterte tidak akan mengikuti langkah Washington yang menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan asal China yang terlibat dalam pembangunan sejumlah fasilitas militer China di Laut China Selatan. Ia menyatakan bahwa proyek infrastruktur merupakan salah satu prioritas nasional.

"Kami bukan negara pengikut dari pihak asing dan kami akan terusmengejar kepentingan nasional kami," kata Roque dikutip dari Reuters pada Rabu (2/9).


Pendaki Wanita Ini Pecahkan Rekor Usai Taklukkan Tiga Gunung Tertinggi Kurang dari Satu Tahun

Sementara itu, Amerika Serikat, salah satu sekutu Filipina untuk sektor pertahanan, diketahui telah memasukkan setidaknya 24 perusahaan China ke dalam daftar hitam mereka serta manjatuhkan sanksi personal kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan fasilitas militer di Laut China Selatan.

Perusahaan Konstruksi Komunikasi China (CCC) merupakan salah satu dari 24 perusahaan-perusahaan China yang mendapat sanksi dari AS tersebut. Perusahaan tersebut diketahui telah bekerja sama dengan pemerintah Filipina untuk proyek pembangunan bandara dengan nilai kontrak mencapai USD 10 miliar.

Dubes China Huang Xilian, menyambut baik keputusan Duterte tersebut.

"Semua upaya untuk merusak kerjasama ekonomi yang normal antara China dan Filipina tak akan pernah berhasil," kata Huang dalam sebuah pernyataan tertulisnya, seperti dilansir dari Channel News Asia.

Jerman dan China Sebut Kesepakatan Nuklir dengan Iran Penting untuk Segera Dilakukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia