logo


Tengku Zulkarnain: BIN, Polisi dan Kominfo Digaji Negara, Kenapa Akun Komunis Dibiarkan?

Menurut Zul, banyak akun media sosial yang menebar pernyataan sesat.

1 September 2020 13:00 WIB

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.
Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyesalkan maraknya pernyataan di media sosial yang dinilainya sesat. Dia mencontohkan ada pihak yang menganggap komunis dengan atheis sangat berbeda.

“Banyak sekali di Medsos pernyataan sesat. Mereka mengatakan ‘jangan samakan komunis dengan atheis’,” ujar Tengku Zulkarnain, seperti dikutip dari cuitan Twitternya, Selasa (1/9).

Menurutnya, komunis dan atheis sama-sama tidak diperbolehkan oleh undang-undang. “Padahal baik komunis maupun atheis, keduanya dilarang oleh Tap MPRS No. XXV tahun 1966 di NKRI ini.”


MUI Sering Dituduh Mandi Duit, Tengku Zulkarnain Ngadu ke Maruf Amin

Dia lantas menuntut aparat maupun lembaga yang bersangkutan untuk mengusut akun yang menyebarkan paham komunis.

“BIN, Polisi dan Kominfo digaji negara. Kenapa akun komunis seperti itu dibiarkan?” tegasnya.

Ada Pegawai yang Positif Covid-19, Kominfo Terapkan Work From Home

Halaman: 
Penulis : Iskandar