logo


Sebut Siaran RCTI-iNews Banyak Dikeluhkan, Ade Armando: Sejak Kapan Mereka Peduli Nilai Pancasila?

Ia menduga adanya kekhawatiran terhadap persaingan dalam industri penyiaran.

1 September 2020 12:30 WIB

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando.
Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, Ade Armando. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyoroti klaim RCTI-iNews yang menggugat Undang-Undang (UU) Penyiaran didasari keinginan mengangkat kesetaraan dan tanggung jawab moral konstitusional.

Ade meragukan alasan RCTI-iNews atas gugatannya tersebut. Ia menduga adanya kekhawatiran terhadap persaingan dalam industri penyiaran.

"Sejak kapan RCTI dan iNews atau grup MNC itu pernah peduli dengan nilai-nilai pancasila? Siaran yang mereka sampaikan selama ini itu kan banyak sekali yang sebetulnya sudah dikeluhkan masyarakat," ujar Ade Armando di kanal YouTube Tagar TV.


Komentari Gugatan RCTI, Said Didu: Bukannya Media Ikut Merusak Moral Bangsa?

"Sebaiknya jujur sajalah, yang kalian ributkan, sumber keberatan Anda adalah kehadiran pesaing," tambahnya.

Selain itu, Ade menyebut pihak RCTI ingin para pesaingnya dari jasa layanan over-the-top, seperti Netflix, dilarang di Indonesia.

Menurutnya, poin utama dari gugatan RCTI tersebut, yakni membuat lembaga jasa streaming video seperti Netflix bisa dipersulit melalui UU Penyiaran.

"Bilang saja ini persaingan bisnis. Menurut saya lebih adil dan kita jadi enggak ngerasa bahwa kalian mengada-ada nih dengan mengatakan ada pertimbangan nilai-nilai Pancasila dan seterusnya," ungkapnya.

Ramai RCTI Ajukan Uji Materi UU Penyiaran, Rizal Ramli Singgung Media Penjilat Kekuasaan

Halaman: 
Penulis : Iskandar