logo


Megawati Sebut Banyak Tokoh KAMI Ingin Jadi Presiden, Refly Harun: Sah-sah Saja, yang Dilarang Itu...

Refly menilai Mega sendiri pernah jadi presiden dan selalu ingin jadi presiden.

1 September 2020 10:44 WIB

Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun.
Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun angkat bicara mengenai kritikan Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap KAMI.

Menurutnya, kritikan dari Presiden RI ke-5 itu merupakan bukti bahwa keberadaan KAMI patut diperhitungkan.

"Kalau Bu Mega sudah mengomentari artinya KAMI cukup diperhitungkan," kata Refly di akun Youtube miliknya.


Amien Rais Hadir di Deklarasi KAMI, Din Syamsuddin Tegaskan Tak Berafiliasi dengan Parpol Barunya

Refly juga menanggapi saran Mega soal deklarator KAMI yang sebaiknya mencari partai. Dia menyebut menyampaikan aspirasi tidak harus melalui partai politik. Karena, setiap warga negara punya hak menyampaikan partisipasi sesuai konstitusi.

KAMI, lanjut Refly, tidak bisa dikatakan sebagai organisasi masyarakat, melainkan gerakan moral.

"Jadi yang bertemu itu adalah ide, gagasan. Ide itu yang mempertemukan orang-orang dalam KAMI," jelasnya.

Terkait sindiran Mega mengenai para deklarator KAMI banyak yang ingin jadi presiden, Refly tak mau ambil pusing.

Refly menilai Mega sendiri pernah jadi presiden dan selalu ingin jadi presiden. Tercatat putri dari Presiden Soekarno itu pernah mencalonkan diri lebih dari satu kali, SU MPR 1999, Pilpres 2004, dan Pilpres 2009.

Padahal, menurut Refly, tidak ada yang nyalon sampai tiga kali di luar negeri.

"Jadi ingin jadi presiden sah-sah saja. Konstitusi tidak melanggar. Yang dilarang presiden menjabat lebih dari dua kali," terang dia.

Fadli Zon: Jika KAMI Tak Muncul, Demokrasi Kita Sebenarnya Berada dalam Ancaman

Halaman: 
Penulis : Iskandar