logo


Apapun yang Terjadi, Presiden Lebanon Tak Akan Mundur dari Jabatannya

Michel Aoun menegaskan bahwa mustahil bagi dirinya untuk membiarkan Lebanon mengalami vacum of power

31 Agustus 2020 19:44 WIB

Presiden Lebanon Michel Aoun
Presiden Lebanon Michel Aoun istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa sangat tidak mungkin bagi dirinya untuk mundur untuk saat ini pasca terjadinya insiden ledakan Beirut pada awal bulan Agustus lalu.

Dalam sebuah rekaman wawancara dengan jaringan media Perancis BFM pada Sabtu lalu, Aoun mengatakan bahwa:"Ini sangat tidak mungkin, karena jika saya mundur saat ini, maka akan ada situasi vacum of power. Pemerintahan bubar. Mari kita bayangkan jika saya resign. Siapa yang akan memastikan kelanjutan kekuasaan?"

"Jika saya resign, seseorang harus perlu mengorganisir pemilu secepatnya. Namun situasi dan kondisi yang ada di negara ini untuk saat ini tidak memungkinkan untuk pemilu semacam itu," tambahnya.


Diplomat Ceko Kunjungi Taipei, Menlu China: Dia Akan Membayar Mahal

Saat ditanya mengenai investigasi dari insiden ledakan tersebut, Auon mengatakan "penyelidikan tidak akan dapat diselesaikan dalam waktu dekat seperti yang kita semua harapkan."

Presiden Lebanon tersebut menambahkan bahwa ia telah meminta dewan yudisial untuk melakukan supervisi terhadap investigasi dan meminta investigasi untuk dilakukan oleh para pakar yang netral dan independen.

Seperti diketahui, ledakan besar yang terjadi pada 4 Agustus lalu telah meluluh lantakkan kota Beirut dan memicu gelombang aksi protes dari warga masyarakat yang meminta adanya revolusi dalam pemerintahan Lebanon.

Masih Segar, India dan China Kembali Bentrok di Wilayah Perbatasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia