logo


Puluhan Lumba-lumba Ditemukan Tewas, Ribuan Massa Desak Pemerintah Mauritius Mundur

Massa demonstran mendesak pemerintah Mauritius untuk menggelar investigasi yang transparan dan menyeluruh atas insiden tumpahan minyak yang disebabkan oleh karamnya kapal Jepang MV Waishio

31 Agustus 2020 15:45 WIB

Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius
Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius istimewa

PORT LOUIS, JITUNEWS.COM - Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi di Mauritus pada Sabtu (29/8) guna mendesak dilakukannya penyelidikan yang transparan dan menyeluruh terkait insiden tumpahan minyak dari karamnya kapal MV Waishio, dan kematian misterius puluhan lumba-lumba yang bangkainya ditemukan tak jauh dari lokasi tumpahan minyak.

Salah satu demonstran terlihat membawa sebuah spanduk bertuliskan "Hidup Kami Berarti" dengan gambar hewan lumba-lumba yang berlumuran minyak, sementara beberapa demonstran yang lain mendesak pemerintah untuk mundur.

"Kami tidak mempercayai pemerintah dan informasi yang mereka sampaikan terkait langkah penanganan dan respon atas insiden tumpahan minyak tersebut," kata Fabiola Monty, seorang pakar lingkungan Mauritius kepada Reuters.


Serikat Universitas di Inggris Tolak Rencana Pembukaan Kembali Sekolah September Ini

Pemerintah Mauritius sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan menggelar otopsi pada semua bangkai lumba-lumba yang mereka temukan dan membentuk komisi untuk melakukan investigasi terhadap insiden tumpahan minyak.

Dua investigasi sejauh ini telah dilakukan, yakni dari pihak kepolisian atas tanggung jawab kru kapal dan satu investigasi lainnya dilakukan oleh pemerintah Mauritius terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada kapal tersebut.

Hingga kini, sejumlah dokter hewan baru mengotopsi dua dari empat puluh bangkai lumba-lumba tersebut. Dari hasil otopsi yang telah dirilis, tidak ditemukan adanya sisa minyak dari kedua bangkai tersebut. Dugaan sementara mengatakan bahwa mamalia air tersebut tewas akibat luka yang diderita.

Tujuh Orang Korban Ledakan Beirut Masih Belum Ditemukan Hingga Kini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia