logo


Tersangkut Layang-layang, Balita Tiga Tahun Terbang Terbawa Angin

Seorang anak perempuan berusia tiga tahun tersangkut layang-layang raksasa dan terbawa ke udara. Insiden terjadi saat festival layang-layang internasional tengah digelar di Taiwan

31 Agustus 2020 12:54 WIB

Seorang anak perempuan tengah tersangkut di sebuah layang-layang dalam festival layang-layang internasional yang digelar di Taiwan
Seorang anak perempuan tengah tersangkut di sebuah layang-layang dalam festival layang-layang internasional yang digelar di Taiwan cnn

TAIPEI, JITUNEWS.COM - Sebuah festival layang-layang internasional yang digelar di Taiwan pada Minggu (30/8) mendadak berubah menjadi penuh ketakutan saat seorang anak perempuan 3 tahun tersangkut sebuah layang-layang dan terbang terbawa angin.

Festival tersebut digelar di kota Hsinchu, sebelah selatan ibukota Taiwan, Taipei. Dari sebuah rekaman video amatir yang mendadak viral di sosial media terlihat sejumlah orang tengah memperiapkan sebuah layang-layang raksasa berekor panjang untuk diterbangkan tak jauh dari kerumunan pengunjung. Layang-layang tersebut kemudian tertiup oleh angin yang sangat kuat. Kemudian, setelah dilepaskan ke udara, seorang balita tersangkut pada bagian ekor layang-layang tersebut. Tidak diketahui dengan jelas bagaimana balita tersebut dapat tersangkut atau seberapa dekat ia dengan layang-layang tersebut.

Gadis belia tersebut kemudian ikut terbawa naik ke udara, dimana layang-layang tersebut berayun dengan cukup keras. Ia terjebak di udara selama sekitar tiga puluh detik sebelum layang-layang raksasa yang membawanya terbang dapat dikendalikan dan ditarik turun sehingga gadis tersebut dapat diselamatkan.


Berjibaku Memulihkan Pariwisata, Ini 5 Upaya yang Dilakukan Komunitas Penerbangan Indonesia

Panitia pelaksana beserta orang tua gadis tersebut langsung membawanya ke rumah sakit. Ajaibnya, gadis tersebut hanya mengalami sejumlah luka ringan pada bagian wajah dan leher.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah dalam akun Facebook, Walikota Hsinchu Lin Chih-Chien meminta maaf atas terjadinya insiden mengerikan tersebut, dan langsung menghentikan festival layang-layang itu untuk alasan keamanan.

"Kami akan melakukan kajian terhadap kejadian tersebut guna mencegah insiden serupa terjadi lagi, dan akan menahan mereka yang bertanggung jawab atas insiden tersebut," ujarnya dikutip dari CNN pada Senin (31/8).

Menurut Channel News Asia, saat festival tersebut digelar, angin berhembus lebih kencang dari biasanya, dimana kecepatannya diperkirakan mencapai 50 hingga 61 kilometer per jam, atau satu tingkat dibawah kecepatan angin rata-rata saat terjadinya badai.

Jika AS Berani Bermain Kotor, China Sudah Siapkan Tindakan Balasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia