logo


KKP Dapat Hibah Lahan di Sungai Gelam, Pengembangan Budidaya Air Tawar Bakal Makin Topcer

BPBAT Sungai Gelam sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ikan patin, nila juga ikan hias air tawar

31 Agustus 2020 10:20 WIB

Penandatanganan serah terima hibah di Jambi, Senin (24/8).
Penandatanganan serah terima hibah di Jambi, Senin (24/8). ist

JAMBI, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan resmi menerima hibah lahan dan bangunan untuk pengembangan budidaya air tawar dari pemerintah provinsi Jambi.

Hal tersebut, usai dilakukan penandatanganan naskah hibah yang dilakukan antara Direktur Jenderal Perikanan Budidaya sebagai wakil Pemerintah Pusat dengan Gubernur Jambi yang mengatasnamakan pemerintah provinsi Jambi. Pada kesempatan yang sama sekaligus dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Barang Milik Daerah (BMD) berupa tanah beserta bangunan dari pemerintah provinsi Jambi yang diwakili Sektetaris Daerah.

Penyerahan BMD Provinsi Jambi yang terletak di Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi yakni berupa lahan seluas 41 Ha, yang selama lebih dari 25 tahun menjadi lokasi Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi, yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mendukung pembangunan perikanan budidaya air tawar di seluruh pulau Sumatera.


KKP Restocking Ribuan Ikan Nemo dan Kuda Laut di Pulau Tegal Lampung

"Ini momentum yang sangat ditunggu tunggu sejak 25 tahun lalu. KKP atas nama Pemerintah Pusat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi atas penyerahan hibah lahan dan BMD ini. Saya kira ini bentuk komitmen yang tinggi dari Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pengembangan perikanan budidaya nasional. Disamping ini menjadi bentuk kolaborasi kerjasama yang baik," ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto usai penandatanganan serah terima hibah di Jambi, Senin (24/8).

Slamet menegaskan, bahwa secara legalitas, keberadaan lahan dan bangunan UPT Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam-Jambi saat ini resmi menjadi milik Pemerintah Pusat, dalam hal ini KKP. Slamet juga menyatakan bahwa keberadaan BPBAT Sungai Gelam sejak awal bertujuan untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui pengembangan budidaya air tawar di regional Sumatera.

Slamet menambahkan, bahwa BPBAT Sungai Gelam sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan ikan patin, nila juga ikan hias air tawar. Selain itu, Balai ini merupakan pusat pengembangan ikan patin nasional.

"BPBAT Sungai Gelam punya peran sentral dalam pengembangan ikan air tawar, khususnya Patin terutama untuk wilayah Jambi dan Sumatera pada umumnya. Ini tempat dilakukan perekayasaan teknologi dan tempat masyarakat untuk belajar. Sebagai gambaran, kerjasama dengan pihak Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam pengembangan nila dan patin telah dilaksanakan sejak lama, dan berhasil menciptakan strain ikan nila yang baru yaitu Nila JICA, serta kedepan kerjasama tersebut akan diperkuat lagi," jelasnya.

Menurut Slamet, satu hal yang sangat strategis, bahwa preferensi masyarakat Jambi dan Sumatera pada umumnya untuk mengkonsumsi ikan patin sangat tinggi. Oleh karena itu, Sumatera menjadi fokus sasaran pengembangan industrialisasi patin nasional.

"Jadi saya kira ini menjadi nilai penting bagaimana BPBAT Sungai Gelam bisa berkontribusi dalam meningkatkan produksi untuk suplai kebutuhan konsumsi ikan di Jambi khususnya, apalagi kita telah mampu kembangkan strain unggul lainnya seperti patin jambal dan siam. Ini yang akan kita dorong menjadi sebuah industri," pungkas Slamet.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengatakan Jambi memiliki potensi perairan darat yang cukup luas meliputi juga rawa, danau dan sungai. Oleh karenanya, ia menegaskan pemerintah provinsi jambi memiliki kepentingan dalam mendukung perikanan di Indonesia.

"Dengan penyerahan hibah tanah ini, maka penganggaran pembangunannya kita serahkan ke APBN dan Provinsi Jambi sangat mendukung pengembangan budidaya air tawar khususnya ikan patin di jambi. Oleh karenanya, saya berharap dengan adanya Balai ini, maka kegiatan magang, pelatihan dan transfer teknologi kepada pembudidaya akan lebih meningkat, sehingga secara langsung mendorong kemampuan para pembudidaya ikan dalam melaksanakan usahanya," tegas Fachrori.

Terpisah, Kepala BPBAT Sungai, Boyun Handoyo menyatakan bahwa dengan adanya peralihan ini, ke depan, pembangunan di Balai ini akan menjadi lebih akuntabel karena tidak akan lagi ada permasalahan terkait pelaksanaan pembangunan di lahan milik Pemda.

“Setelah menunggu selama kurang lebih 25 tahun, akhirnya lahan tempat berdirinya UPT ini menjadi milik KKP. Dengan penyerahan lahan seluas 41 Ha ini, yang semula hanya seluas 22 Ha adalah wujud keseriusan DJPB dalam membangun perikanan budidaya air tawar di regional Sumatera. BPBAT Sungai Gelam sendiri telah melaksanakan tugas utamanya dalam memproduksi induk unggul, benih bermutu, program paan mandiri, pakan alami, pengujian laboratorium, bimbingan teknis dan diseminasi untuk masyarakat," jelas Boyun.

Peringatkan Soal Ekspor Benih Losbter, Jokowi: Jangan Aur-auran

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan