logo


Dikukuhkan Sebagai Guru Besar, Adjeng Ratna Suminar Gelar Syukuran

Ke depannya Adjeng menginginkan sektor pendidikan di Indonesia semakin maju

30 Agustus 2020 05:45 WIB

Prof Adjeng Ratna Suminar menggelar silaturahmi sekaligus syukuran di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta, Sabtu (29/8)
Prof Adjeng Ratna Suminar menggelar silaturahmi sekaligus syukuran di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta, Sabtu (29/8) Dok. Adjeng

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Prof Adjeng Ratna Suminar menggelar silaturahmi sekaligus syukuran atas dikukuhkannya dirinya sebagai guru besar bidang manajemen pendidikan oleh STIAS Lan Taboer, Jakarta.

Acara digelar di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta, Sabtu (29/8), yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan. Hadir pada kesempatan itu para anggota IKAL Lemhanas PPRA ke-41 yakni Sekretaris IKAL PPRA ke-41 Gunter, DR Rainoer, Detty Rosita, Brigjen TNI (Purn) Agung Gde Suardhana, Brigjen TNI (Purn) Nurdiyanto, Brigjen Pol (Purn) Iskandar.

Selain itu hadir juga Pengurus Pusat IKA S3 MP UNJ Periode 2020-2024 seperti Ketua Umum Pengurus Pusat IKA S3 MP UNJ Dedy Apriadi, Brigjen Pol (Purn) Markum, Prof Darmawan dan sejumlah pengurus lainnya.


Adjeng Ratna Suminar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Adjeng dalam sambutannya mengaku bersyukur atas apa yang telah dicapainya. Ia mengungkapkan bahwa tidak mudah bagi dirinya dalam mencapai gelar profesor. Diperlukan usaha keras untuk mendapatkannya. Ia berharap raihannya dalam gelar akademik tidak berhenti pada dirinya namun dapat diikuti oleh rekan-rekan sejawatnya di Alumni S3 UNJ dan IKAL PPRA ke-41.

"Saya bersyukur atas pengukuhan guru besar yang diberikan kepada saya, amanah ini tentunya berat, semoga ilmu saya dapat semakin bermanfaat untuk bangsa dan negara," ujar Prof Adjeng.

Ke depannya Adjeng menginginkan sektor pendidikan di Indonesia semakin maju, pendidikan di Indonesia dapat membentuk karakter anak bangsa yang berakhlak dan menguasai teknologi.

"Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, perlu banyak terobosan dan penguasaan teknologi informasi agar kita mampu menjawab tantangan zaman," imbuh Adjeng.

Lebih dari 400 Juta Anak di Seluruh Dunia Tak Dapat Akses Pembelajaran Jarak jauh

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata