logo


Berjibaku Memulihkan Pariwisata, Ini 5 Upaya yang Dilakukan Komunitas Penerbangan Indonesia

Berikut adalah upaya-upaya yang dilakukan komunitas penerbangan Indonesia, untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata nasional

29 Agustus 2020 12:01 WIB

Ilustrasi Airport atau bandara di Indonesia
Ilustrasi Airport atau bandara di Indonesia istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Seluruh elemen bangsa tengah berjibaku untuk memulihkan iklim pariwisata nasional paska runtuhnya sektor penyumbang utama devisa negara itu akibat pandemi virus Corona sejak Februari 2020 lalu.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah. Mulai dari penerapan protokol kesehatan secara ketat, kucuran insentif hingga pelaksanaan safe travel campaign yang dilakukan oleh komunitas penerbangan Indonesia, mulai dari operator bandara, maskapai, asosiasi penerbangan, hingga penyelenggara hotel dan restoran Indonesia.

Menurut Indonesia National Air Carriers Association (INACA) dalam pernyataan tertulisnya, trend statistik penerbangan memang mulai meningkat, terutama sejak pemerintah merelaksasi aturan pelaksanaan tes kesehatan untuk naik pesawat, dari yang semula wajib swab tes, menjadi cukup hanya Rapid tes saja.


Soal Pasukan Gabungan Rusia-Belarus, Lukashenko: Kami Telah Mencapai Kesepakatan

Dari data Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia diketahui, pergerakan pesawat udara di ruang udara Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat bulan Juli 2020 jumlah pergerakan pesawat mencapai 76.614 pergerakan, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sejumlah 47.674 pergerakan.

Berikut adalah upaya-upaya yang dilakukan komunitas penerbangan Indonesia, untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata nasional:

1. Safe Travel Campaign

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) bersama dengan stakeholder penerbangan lain seperti operator bandara, Airline, operator navigasi, hingga otoritas kesehatan menggagas pelaksanaan safe travel campaign. Agenda rutin yang dijadwalkan dilakukan hingga akhir 2020 tersebut bertujuan untuk membentuk rasa percaya diri bagi calon penumpang untuk terbang kembali menggunakan pesawat.

"Safe Travel Campaign ingin mengembalikan rasa percaya diri masyarakat untuk bepergian dan berlibur lagi. Terutama ke 10 destinasi wisata utama di Indonesia yang ditetapkan pemerintah," kata Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja dalam pernyataan tertulis yang diterima oleh redaksi Jitunews pada Sabtu (29/8).

Pelaksanaan safe travel campaign tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh operator penerbangan atau pihak Airline, termasuk salah satunya AirAsia yang turut serta dalam Champaign tersebut.

CEO AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga mengatakan, maskapai yang dipimpinnya itu sudah menyiapkan program 'Waktunya Terbang!' yang tidak hanya menjamin para penumpang mendapatkan harga tiket yang terjangkau. Namun juga memastikan penerbangan menggunakan pesawat AirAsia bisa dilakukan dengan Mudah, Nyaman, dan Terjaga.

"Kami melihat masyarakat mulai melakukan aktivitas lagi, setelah beberapa waktu sempat terhenti. AirAsia ingin mendukung pemulihan ekonomi tersebut, dengan mempermudah mobilitas masyarakat untuk kembali terbang menggunakan protokol kesehatan yang aman dan nyaman," ungkap Veranita.

Ia berharap, dengan terus bertambahnya jumlah penumpang pesawat maka perekonomian di daerah-daerah yang masyarakatnya mengandalkan sektor pariwisata bisa terbantu.

"Kami ingin membantu masyarakat di daerah serta membantu pemerintah menggerakkan perekonomian," ujarnya.

2. Pelaksanaan Ketat Protokol Kesehatan

Seluruh stakeholder penerbangan, mulai dari operator bandara, operator penerbangan, hingga operator navigasi dan otoritas kesehatan menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga agar sektor penerbangan tidak menjadi klaster penyebaran virus Corona, melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Bahkan, untuk mempermudah masyarakat terbang lagi, INACA mendorong diterapkannya digitalisasi pemeriksaan kesehatan di bandara oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) merupakan tugas dari Kemenkes.

Petugas KKP berwenang menentukan seorang calon penumpang dapat masuk ke dalam pesawat untuk ikut terbang atau tidak, setelah memeriksa dokumen berupa surat keterangan/hasil laboratorium rapid test. Jika calon penumpang dinyatakan non reaktif, maka ia diizinkan untuk terbang. Sebaliknya, jika reaktif maka jangan harap bisa masuk ke pesawat.

"Tapi proses pemeriksaan dokumen kesehatan ini panjang, karena masih dilakukan secara manual oleh KKP," kata Denon.

Tidak heran, jika pada jam-jam tertentu di bandara terlihat antrean penumpang mengular panjang demi mendapatkan stempel izin terbang dari petugas KKP.

"Karena dikerjakannya masih manual, di cek satu per satu, makanya antre lama. Kami ingin KKP mengganti metode pemeriksaan secara digital, seperti yang sudah diterapkan pada Indonesia Health Alert Card (eHAC)," kata pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Whitesky Aviation.

Ia berpendapat, apabila petugas KKP bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat, maka akan bertambah jumlah masyarakat yang antusias untuk terbang lagi. Karena terbukti terbang di masa New Normal sangat mudah dan tidak perlu antre panjang.

Hal tersebut menurutnya jelas berdampak positif bagi perekonomian Indonesia yang merosot akibat pandemi Covid-19 ini.

"Jangan sampai karena proses pemeriksaan manual yang panjang, jadi menghambat pertumbuhan penumpang dan pergerakan pesawat yang sedang masuk fase pemulihan," tuturnya.

3. Kolaborasi antara Maskapai dengan PHRI

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengaku siap berkolaborasi dengan INACA dan seluruh maskapai anggotanya untuk mengajak masyarakat kembali bepergian.

Menurut Yusran, ada tiga kata kunci yang harus bisa diberikan ke masyarakat untuk bisa berhasil mewujudkan target itu.

"Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan confidence mereka, menyediakan akomodasi dan transportasi yang baik, serta menyiapkan destinasi. Ketiganya harus bisa dideliver melalui Safe Travel Campaign ini," kata Yusran.

Oleh karena itu, Yusran menyebut siap duduk bersama INACA dan seluruh anggotanya untuk melakukan strategi marketing bersama.

"Untuk meningkatkan okupansi, kami siap memberikan pricing kamar hotel terbaik untuk dibundling dengan tiket pesawat. Sehingga bisa jadi trigger masyarakat mau bepergian lagi," ujarnya.

4. Kolaborasi AirNav Indonesia Dengan Airline

Sebagai operator navigasi penerbangan, AirNav Indonesia berkolaborasi dengan pihak Airline atau maskapai penerbangan untuk menyelenggarakan penerbangan secara efisien namun tetap aman. Salah satunya melalui penyelenggaraan navigasi udara berbasis satelit.

"Salah satu program yang kami luncurkan di tengah pandemi ini adalah trial UPR, tol udara dengan rute berbasis satelit atau performance-based navigation (PBN route), Continue Climb Operation (CCO) dan Continue Descent Operation (CDO) serta penerapan no delay departure. Seluruh prosedur ini membuat pesawat udara jarang berhenti baik di darat maupun di udara, sehingga dapat menghemat penggunaan avtur,” terang Kepala Divisi Pengendalian Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia Endaryono.

AirNav Indonesia, kata Endrayoni juga aktif melakukan pertemuan bilateral dan regional melalui daring dengan penyedia layanan navigasi penerbangan negara lain.

“Pada pertemuan tersebut kami berbagi informasi mengenai penanganan COVID-19 pada industri penerbangan di negara lain. Selain itu kami juga memperbarui informasi mengenai kebijakan pembukaan izin kunjungan dari dan ke negara lain, sehingga meningkatkan jumlah penerbangan,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasar, Kristanto, memastikan bahwa program-program yang telah dirancang oleh AirNav Indonesia telah diterapkan dengan baik hingga ke cabang.

“Kami pastikan implementasinya berjalan dengan baik, khususnya untuk program-program yang berjalan di Cabang Denpasar. Personel kami dalam kondisi terbaik untuk menghadapi peningkatan pergerakan pesawat udara yang berangsur-angsur kembali pulih di ruang udara Denpasar,” ujar Kristanto.

Salah satu program peningkatan kompetensi personel yang tengah dijalankan oleh AirNav Indonesia Cabang Denpasar, menurut Kristanto, adalah computer based training (CBT). CBT merupakan kegiatan pelatihan, pemberian pengetahuan dan keterampilan kepada personil ATC untuk melaksanakan pemanduan lalu lintas penerbangan melalui software komputer yang sudah diprogram sesuai kebutuhan pelatihan pelayanan navigasi penerbangan.

5. Paket Bundling Akomodasi dan Penerbangan

Masih merupakan bentuk kerjasama antara Airline dengan pengelola hotel dan restauran, kali ini pihak-pihak Airline secara khusus menjalin kerjasama dengan hotel-hotel dan restauran pada lokasi destinasi wisata Indonesia, untuk penyediaan paket bundling penerbangan dan akomodasi.

Tujuan dari kolaborasi tersebut adalah untuk mendorong peningkatan penetrasi dari wisatawan domestik. Dimana setelah dengan safe travel campaign kepercayaan masyarakat untuk bepergian dan terbang dengan pesawat terbentuk, maka dipikirkan juga suatu upaya untuk membuat wisatawan domestik bisa tinggal lama di fasilitas pariwisata, guna mendorong tingkat okupansi yang selama ini hancur akibat pandemi.

"Dalam kerjasama ini (PHRI dan Airline), ada dua hal yang ditekankan, yaitu pertama adalah membangun confidence dari masyarakat khususnya domestik travelers berwisata. Kedua yaitu affordability, terkait dengan bagaimana untuk perjalanan ke destinasi wisata, baik Bali maupun lainnya agar terjangkau (harganya)," ujar Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani.

Hariyadi berharap, dengan kerjasama bundling antara maskapai dengan pengelola hotel dan restauran ini, maka tenaga kerja sektor pariwisata, termasuk hotel dan restauran yang saat ini terpaksa dirumahkan, bisa kembali bekerja dan menumbuhkan perekonomian di wilayah destinasi wisata.

"Secara spesifik salah satunya adalah Bali, dimana sektor pariwisata di Bali sangat terdampak dengan pandemi. Berbeda dengan daerah lain, Bali sendiri pertumbuhan sektor pariwisatanya terkoreksi hingga minus 11 persen. Dan juga dari pekerja yang terdampak itu luar biasa, lebih dari 73 ribu orang yang sudah dirumahkan," tuturnya.

Shinzo Abe Menyesal Mundur Sebelum Tanda Tangani Kesepakatan Damai dengan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia