logo


Shinzo Abe Menyesal Mundur Sebelum Tanda Tangani Kesepakatan Damai dengan Rusia

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memutuskan mundur pada Jumat (28/8), mengaku menyesal belum melakukan kesepakatan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

29 Agustus 2020 11:45 WIB

Shinzo Abe dan Vladimir Putin
Shinzo Abe dan Vladimir Putin istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, pada Jumat (28/8) mengatakan bahwa dirinya menyesal telah memutuskan mundur dari jabatannya sebelum menandatangani kesepakatan damai dengan Rusia.

"Sangat disayangkan bahwa saya tidak dapat menyelesaikan hal tersebut. Ini sungguh melukai perasaan saya untuk meninggalkan kantor sebelum berhasil merealisasi ambisi saya mengenai penandatanganan kesepakatan damai dengan Rusia," kata Abe dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (28/8).

Ia mengatakan bahwa kesepakatan damai tersebut akan terus berjalan meskipun dirinya tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri Jepang.


Menlu Inggris Kecam Tindakan Sepihak Polisi Belarus atas Penangkapan 50 Jurnalis

Sementara itu, menanggapi adanya perubahan dalam kabinet pemerintahannya, Muneo Suzuki, salah satu pejabat parlemen mengatakan bahwa hubungan antara Jepang dan Rusia akan tetap kuat meski Abe mundur atau masa jabatannya selesai.

"Hubungan kuat antara Perdana Menteri Shinzo Abe dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akan terus diwariskan kepada perdana Menteri (Jepang) selanjutnya," kata Suzuki kepada Sputnik News.

Kesepakatan damai antara Rusia dan Jepang sejak berakhirnya perang dunia kedua hingga hari ini belum terbentuk, menyusul adanya sengketa atas beberapa pulau di perbatasan kedua negara.

Soal Pasukan Gabungan Rusia-Belarus, Lukashenko: Kami Telah Mencapai Kesepakatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia