logo


Soal Pasukan Gabungan Rusia-Belarus, Lukashenko: Kami Telah Mencapai Kesepakatan

Lukashenko mengatakan bahwa ia dan Vladimir Putin telah sepakat membentuk sebuah pasukan gabungan yang khusus diterjunkan untuk menangani aksi protes Belarus

29 Agustus 2020 11:15 WIB

Alexander Lukashenko dan Vladimir Putin
Alexander Lukashenko dan Vladimir Putin the Guardian

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko pada Jumat (28/8) mengatakan bahwa pihaknya dan Rusia akan membentuk sebuah pasukan gabungan khusus jika ada pihak yang memulai tindakan pengrusakan yang memicu terjadinya kerusuhan dalam aksi protes yang terjadi di Belarus.

"Kami telah mencapai kesepakatan. Saya katakan: 'mari memikirkan mengenai apa yang akan kita lakukan dan dia (Putin) mengatakan kepada saya bahwa 'kami tahu apa yang mereka inginkan'. Putin telah mengalami banyak tahapan....dan dia sangat paham apa yang sedang terjadi di sekitar perbatasan (Belarus dan Rusia). Kami telah sepakat mengenai hal itu dan akan menangani masalah ini," kata Lukashenko dikutip dari Sputnik News pada Sabtu (29/8).

Di saat yang bersamaan, presiden Belarus tersebut menyebut bahwa pasukan gabungan tersebut akan diterjunkan jika aksi protes di Belarus tidak lagi dapat dikendalikan.


Seorang Pria Belanda Tewas Diserang Beruang Kutub

Lukashenko juga menekankan bahwa dengan mengambil langkah tersebut, Moskow tidak hanya menyelamatkan Belarus saja, namun juga kedaulatan Rusia karena "Juga ada sebuah ancaman terhadap Federasi Rusia".

Pernyataan Lukashenko tersebut ditegaskan kembali oleh Vladimir Putin dalam sebuah wawancara dengan televisi Rossiya 24, dimana Putin mengatakan bahwa dengan persetujuan Belarus, Rusia telah menyiapkan sebuah unit pasukan khusus untuk mengatasi aksi protes Belarus sebagai bentuk tanggung jawab Rusia untuk pertahanan kedua negara, jika situasi di Belarus tidak lagi dapat dikendalikan.

Menlu Inggris Kecam Tindakan Sepihak Polisi Belarus atas Penangkapan 50 Jurnalis

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia