logo


Polemik Mahfud MD Gantikan Tito Karnavian, Pigai Limpahkan Kesalahan pada Staf Kemendagri

Menurutnya, surat dari Kemendagri yang tersebar menjadi penyebab keributan.

29 Agustus 2020 09:51 WIB

Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai.
Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kabar penunjukan Mahfud MD sebagai pengganti Tito Karnavian di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sempat menggegerkan publik.

Mahfud MD yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) didapuk menjadi Menteri Dalam Negeri Ad Interm, sebagaimana surat bernomor 821.1/4837/SJ tertanggal 28 Agustus 2020.

Keputusan yang tertuang dalam surat bertanda tangan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudori itu sontak memancing berbagai spekulasi.


Mendagri Izinkan Masker dan Hand Sanitizer Jadi Alat Kampanye

Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan segera mengklarifikasi bahwa keputusan tersebut diambil karena Tito menjalankan tugas selama dua hari ke Singapura.

Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai ikut berkomentar soal keriuhan yang ditimbulkan oleh Kemendagri tersebut. Menurutnya, surat dari Kemendagri yang tersebar menjadi penyebab keributan.

“Pak Tito memenuhi undangan dari Mendagri Singapura untuk diskusi keamanan regional, investasi, dan penanganan Covid. Jadi polemik karena Staf Kemendagri buat surat yang tidak perlu sehingga salah interpretasi beberapa media,” kata Natalius Pigai di akun Twitternya, Sabtu (29/8).

Sementara itu, Kemendagri sendiri mengakui sudah membatalkan surat penugasan Ad Interm Mendagri kepada Mahfud MD selama dua hari itu.

“Surat sudah diralat dan dibatalkan. Tadinya dibuat untuk administrasi internal karena Bapak Mendagri akan tugas ke luar kota. Tapi karena hari Sabtu dan Minggu tidak ada administrasi surat di Kemendagri, maka tidak diperlukan lagi surat tersebut,” terang Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan, Jumat (28/8).

Indonesia di Ambang Resesi, Mahfud MD: Jangan Terlalu Kaget...

Halaman: 
Penulis : Iskandar