logo


Demi Tumbuh Kembang Anak, Kepeduliaan Pertamina Agar Posyandu Tetap Aktif

Pertamina hadir dalam bidang kesehatan balita termasuk mendukung aktifnya Posyandu.

28 Agustus 2020 19:38 WIB

Kegiatan penyuluhan yang dilakukan Pertamina kepada Posyandu di Jakarta
Kegiatan penyuluhan yang dilakukan Pertamina kepada Posyandu di Jakarta istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Sudah dua pekan terakhir, Posyandu Asoka dan Posyandu Dahlia yang berlokasi di RW 06 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat mulai terlihat beraktivitas kembali. Selama pandemi Covid-19, kegiatan dua posyandu ini sempat terhenti. Padahal kegiatan pendataan serta penyuluhan gizi yang selama ini dilakukan merupakan salah satu upaya preventif untuk mengatasi masalah gizi buruk pada balita.

Meskipun di tengah masa adaptasi kenormalan baru, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III tetap mendorong kader-kader posyandu di sekitar wilayah operasinya untuk terus menjalankan kegiatan operasional secara rutin. Namun tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman, menjaga kebersihan diri, dan membatasi jumlah pengunjung posyandu dalam satu waktu yang sama.

“Kegiatan pendataan dan penyuluhan yang dilakukan kader-kader posyandu selama ini bertujuan untuk mendeteksi dini perkembangan balita, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat. Kami prihatin jika kegiatan posyandu terhenti, maka ada potensi terjadinya kasus gizi buruk yang tidak terdata, sehingga dapat meningkatkan angka kematian bayi,” ujar Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan.


Ahok Berniat Bubarkan Pertamina Jika Rugi, Begini Respons Ombudsman

Bekerjasama dengan Puskesmas Kelurahan Kramat dan tim Filantra, Eko mengatakan pihaknya telah menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bulan Agustus ini berupa nasi tim daging, susu, roti isi, bubur kacang hijau, spageti, dan buah jeruk untuk balita di Posyandu Asoka dan Posyandu Dahlia. Pemantauan tumbuh kembang balita juga dipantau melalui pengukuran tinggi dan berat badan.

Walaupun makanan tambahan yang diberikan memiliki gizi tinggi, Eko menjelaskan bahwa melalui program ini Pertamina turut mengedukasi para kader Posyandu serta orangtua mengenai pentingnya keutamaan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Terutama asupan gizi dan nutrisi balita pada 1.000 hari pertama kehidupannya.

“Melalui kegiatan PMT dan edukasi gizi baik untuk balita ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian para orangtua mengenai kesehatan anak. Terutama di masa pandemi seperti ini dimana balita justru membutuhkan imun tubuh yang kuat,” jelas Eko.

Kembalinya aktivitas di posyandu disambut positif oleh para kader posyandu. Salah satunya Krisna. Perempuan berusia 46 tahun yang merupakan kader posyandu di RW 06 ini merasa cukup prihatin dengan kondisi balita di RW 06 yang masih berada di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG).

“Alhamdulillah posyandu jadi bisa aktif kembali dengan menerapkan protokol kesehatan. Terima kasih atas dukungan dan kepedulian Pertamina, Puskesmas Kramat, dan Filantra terhadap para balita dan ibu di lingkungan kami,” ujar Krisna.

Pertamina Mau Dibubarkan Bila Rugi, Ahok Diminta Pahami Secara Bijak

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati