logo


UMKM Diharapkan Jadi Dinamisator Agar Indonesia Bisa Keluar dari Krisis Ekonomi

Pemerintah mengharapkan UMKM bisa menjadi dinamisator agar perekonomian Indonesia tidak terjebak dalam krisis.

27 Agustus 2020 21:56 WIB

 Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki Istimewa

SIMALUNGUN, JITUNEWS.COM - MenkopUKM Teten Masduki mengatakan pemerintah mengharapkan UMKM bisa menjadi dinamisator agar perekonomian Indonesia tidak terjebak dalam krisis.

Menurutnya dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai 99 persen, penyerapan tenaga kerja 97 persen dan kontribusi terhadap PDB 60 persen, maka dalam kelesuan ekonomi akibat dampak Pandemi Covid-19 ini, UMKM lah yang harus diselamatkan dulu.

"Saya sudah sampaikan ke Presiden, Pak tak ada jalan lain, UMKM lah yang harus kita selamatkan terlebih dulu agar bisa menjadi dinamisator ekonomi nasional supaya terhindar dari krisis ekonomi kalau usaha besar, bisa menunda investasinya, dan dompet mereka juga tebal,” ujar MenkopUKM Teten Masduki, pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Daerah Penyangga Destinasi Super Prioritas Danau Toba di Kab Simalungun Sumut, Rabu kemarin (26/8).


LPEI Latih UMKM Daerah Agar Tembus Pasar Ekspor

“Namun UMKM saat ini modalnya tergerus untuk kebutuhan sehari hari. Mereka itulah harus kita perkuat agar terus berjalan usahanya. Bagi UMKM untung dikit aja ndak apa-apa asal usahanya terus jalan," tuturnya.

MenkopUKM Teten memaparkan, pandemi Covid-19 telah berdampak mendalam, dimulai dari krisis kesehatan yang merambat ke krisis ekonomi, khususnya bagi Koperasi dan UMKM. BPS secara resmi telah merilis angka pertumbuhan ekonomi Triwulan 2 sebesar minus 5.32%. Kontraksi ekonomi tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga 215 negara lainnya, bahkan tidak lebih baik dari Indonesia seperti Hongkong (-9%), Amerika Serikat (-9,5%), Singapura (-12,6%), Uni Eropa (-14,4%). Kecuali Tiongkok yang sudah mulai rebound tumbuh 3,2% di Q2-2020.

Untuk mampu rebound di triwulan 3 dan 4, PemerintahmelaluiPemulihanEkonomiNasional (PEN) telahmemberikanstimulus Rp607,25 Triliun, khususKoperasi dan UMKM dianggarkansebesar Rp123,46 Triliun, yang terdiridariInsentif pajak (PPh Final UMKM DTP): Rp2,4 Triliun. Subsidibunga KUR dan Non KUR: Rp35,28 Triliun

Penempatan Dana Untuk Restrukturisasi UMKM: Rp78,78 Triliun. Imbal Jasa Penjaminan: Rp5 Triliun. Dana cadangan penjaminan kepada PT. Jamkrindo dan PT Askrindo: Rp1 Triliun. Pembiayaan Investasi kepada Koperasi melalui LPDB KUMKM: Rp1 Triliun.

Selain itu ada program inisiatif lain dalam mendukung PEN, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dimana pada tanggal 24 Agustus 2020, Bapak Presiden telah meluncurkan BPUM kepada 1 juta pelaku usaha mikro dengan nilai sebesar Rp2,4 Juta per Pelaku Usaha Mikro yang tersebar di 34 Provinsi dengan target sebelum akhir September sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro akan menerima BPUM dengan total anggaran Rp22 Triliun.

"Dengan adanya program BPUM ini, diharapkan Pelaku Usaha Mikro yang unbankable dapat menambah modal kerja serta melanjutkan usahanya," jelas MenkopUKM.

Dalam hal ini, MenkopUKM mengatakan sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Data BPS Triwulan II tahun 2020, menunjukan bahwa hanya sektor pertanian, informasi&komunikasi, dan pengadaan air yang tumbuh selama pandemi, sedangkan akomodasi dan Mamin (kuliner) dimana banyak terdapat di sektor parwisata tumbuh minus 22,31%.

"Kemarin saya berkesempatan langsung menyapa dan berdiskusi langsung dengan pedagang souvenir di Danau Toba, betul dengan adanya pandemi ini pendapatan mereka berkurang cukup drastis, dan yang mereka butuhkan adalah pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan produk karena produk yang dijual sebagian besar justru berasal dari pulau Jawa " jelas Teten.

Untuk itu lanjut Menteri Teten, dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi KemenkopUKM menggelar pelatihan pariwisata, dimana pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian di daerah penyangga destinasi wisata Danau Toba, meliputi Kab. Simalungun, Kab. Toba, Kab. Samosir, dan Kab. Pematang Siantar.

"Diharapkan Pariwisata kembali aktif, pemasok kebutuhan hotel bergairah kembali, seperti hasil pertanian, peternakan, perikanan dan amenities,” pungkasnya.

Penyaluran Bantuan Modal UMKM Tidak Sesuai Harapan, PKS Desak Pemerintah Perbaiki Mekanisme

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar