logo


Lebih dari 400 Juta Anak di Seluruh Dunia Tak Dapat Akses Pembelajaran Jarak jauh

PBB melaporkan 1.5 miliar anak di seluruh dunia terdampak kebijakan lockdown dan sepertiga diantaranya tidak dapat mengakses pembelajaran jarak jauh karena kurangnya perangkat elektronik

27 Agustus 2020 21:15 WIB

Jutaan anak-anak di Afghanistan kehilangan pendidikan di tengah situasi pandemi
Jutaan anak-anak di Afghanistan kehilangan pendidikan di tengah situasi pandemi Al Jazeera

NEW YORK, JITUNEWS.COM - PBB menyatakan bahwa sepertiga dari seluruh siswa yang ada di dunia tidak dapat mengakses pendidikan virtual ditengah situasi pandemi Covid-19 yang memaksa pemerintah untuk menutup fasilitas sekolah.

Hasil studi yang dilakukan oleh UNICEF menyebut sedikitnya 463 juta anak di seluruh dunia tidak memiliki akses kepada perangkat elektronik yang merupakan media utama pembelajaran secara daring.

"Akibat (minimnya pendidikan) dapat dirasakan oleh sektor perekonomian dan masyarakat untuk beberapa dekade mendatang," kata Henrietta Fore, Direktur Eksekutif Pendanaan untuk Anak-anak PBB dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari CNA pada Kamis (27/8).


Dampak Minyak Tumpah, 7 Bangkai Lumba-lumba Terdampar di Pantai Mauritius

PBB juga memperkirakan lebih dari 1,5 miliar anak di seluruh dunia telah terdampak akibat lockdown atau penutupan sekolah yang terpaksa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, dimana 141 juta diantaranya berada di benua Afrika, 80 juta anak di kawasan Asia-Pasifik, 37 juta di Timur Tengah dan Afrika Utara, 147 juta di Asia Selatan dan 13 juta di kawasan Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru di banyak negara, UNICEF mendesak pemerintah untuk memprioritaskan pembukaan kembali sekolah secara aman saat mereka melonggarkan aturan pembatasan sosial. Namun, jika terpaksa tidak dapat membuka kembali sekolah, PBB meminta pemerintah untuk mengatur anggaran kompensasi kepada setiap siswa untuk kepentingan pembelajaran jarak jauh tersebut.

PM Jepang Bakal Gelar Konferensi Pers untuk Jelaskan Kondisi Kesehatannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia