logo


Adjeng Ratna Suminar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Aktif di sektor pendidikan dan perhatiannya terhadap buruh migran membuat Adjeng Ratna Suminar diganjar gelar profesor.

27 Agustus 2020 19:45 WIB

Adjeng Suminar dikukuhkan menjadi guru besar
Adjeng Suminar dikukuhkan menjadi guru besar Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Kamis (27/8), Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta (STAIS) Lan Taboer, Jakarta mengukuhkan Adjeng Ratna Suminar sebagai guru besar. Dengan pengukuhan tersebut, Adjeng Ratna Suminar resmi menyandang gelar sebagai profesor.

Pengukuhan dilaksanakan di Aula STAIS Lan Taboer yang dihadiri oleh senat akademik dan para undangan, Jakarta.

Prof Adjeng Ratna Suminar, SH MM mengambil judul "Peran Organisasi Kemasyarakat (LSM) Dalam Menopang Pembangunan Indonesia". Dalam pidatonya, Prof Adjeng menekankan tentang pentingnya peran ormas dan LSM dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.


Bendera Kalimat Tauhid Dibakar, Adjeng: Jangan Terprovokasi

"Ormas dan LSM memiliki fungsi menjaga stabilitas politik dan sosial menengahi berbagai kepentingan yang terjadi di antara kelompok masyarakat sehingga dapat meminimalisir konflik sosial," ujar Prof Adjeng saat membacakan pidatonya.

Prof Adjeng menjelaskan, dalam negara demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, ormas bisa menjadi kanaliasi suara dari arus bawah kepada pemerintah. Oleh sebabnya, wajar bila ormas saat ini bermunculan karena adanya kebebasan berserikat dan berpendapat.

Sepak terjang Prof Adjeng yang juga merupakan Ketua IKAL Lemhanas PPRA ke-41 ini memang bukan orang baru dalam dunia keorganisasian. Adjeng pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI 2009-2014 dan menjabat sebagai Ketua Yayasan Adjeng Suharno yang memiliki sejumlah sekolah di Jawa Barat.

Ia aktif dalam menggagas kegiatan pendidikan untuk masyarakat di pedesaan. Ia juga sering memberikan advokasi pada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang diperlakukan buruk di luar negeri saat ia menjabat sebagai Anggota Komisi 1 DPR RI.

Adjeng Ratna Dukung Langkah Jokowi Soal Defisit BPJS

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati