logo


Digelar Virtual, SIPA 2020 Jadikan Dory Harsa Maskot

Dalam hal ini, SIPA bermaksud memberi penghormatan kepada Dony Harsa yang peduli pada seni tradisi.

27 Agustus 2020 18:51 WIB

Dory Harsa
Dory Harsa Dok. Jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak diumumkan pada Februari lalu rupanya berdampak ke berbagai aspek kehidupan, termasuk seni pertunjukan. Atas dasar itu pula, Solo International Performing Arts (SIPA) 2020 nantinya bakal digelar secara virtual.

SIPA sendiri merupakan mahakarya seni pertunjukan yang dihelat setiap tahun di Kota Solo. Di tengah situasi pandemi saat ini, SIPA 2020 akan diselenggarakan secara virtual pada 10-12 September 2020.

Pertunjukan bakal ditayangkan dari Gedung Murtidjono Teater Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) melalui live streaming di Youtube Channel SIPA FESTIVAL dan live report akun Instagram, @sipafestival, pukul 17.00 – 21.00 WIB.


Aksi Penyerangan Habib di Solo, Novel PA 212: Ada Indikasi Antara Wahabi dan Syiah

Direktur SIPA Irawati Kusumorasri mengatakan SIPA kali ini sangat berbeda dengan pagelaran beberapa tahun sebelumnya. Sejak pertama kali dihelat pada tahun 2009, SIPA selalu menempati Benteng Vasternburg, Solo. Ia menyebutkan jumlah penonton mencapai 8-10 ribu orang setiap malamnya.

Jadikan Pedangdut Dory Harsa sebagai Maskot

Selain itu, perempuan yang kerap disapa Ira itu mengungkapkan pihaknya menggandeng pedangdut Dory Harsa untuk dijadikan maskot pada SIPA 2020.

“Mas Dory akan tampil pada Opening Ceremony 10 September pukul 5 sore bersama para penari. Tema SIPA 2020 itu ‘Recognition and Acceleration’, yaitu penghargaan kami terhadap para seniman serta harapan tentang percepatan pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” kata Irawati dalam jumpa pers di Sekretariat SIPA, Solo, Kamis (27/8).

Ira menyatakan pihaknya mengagumi sosok Dory yang dinilai sangat milenial dan sadar pergaulan di media sosial. Kendati begitu, Dory dirasa masih punya kepedulian pada seni tradisi atau seni rakyat.

“Itu sangat cocok dengan semangat SIPA, yaitu menggali seni-seni tradisi untuk masuk ke seni industri, yaitu kami wujudkan dengan SIPA Mart,” jelas Ira.

“SIPA dalam hal ini memberi penghormatan ke Dony Harsa untuk turut mengangkat Beliau ke panggung festival yang bertaraf internasional seperti SIPA. Semoga setelah ini, ada banyak festival di Indonesia atau bahkan di luar negeri yang mengundang Dory. Harapan kami Dory bisa dikenal di dunia internasional,” sambungnya.

SIPA 2020 Diharapkan Jadi Ikon Seni Pertunjukan

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Nunuk Mari Hastuti menilai pandemi Covid-19 telah mengubah iklim seni pertunjukan secara drastis. Oleh karena itu, dia sangat berharap SIPA 2020 dapat terlaksana sesuai harapan serta memberikan warna baru di ranah pertunjukan virtual.

“Dan inovasi yang digagas Bu Ira ini menjadi motivasi menjadi contoh event yang lain. Kalau event lain yang tidak bisa tampil secara manual itu langsung off, tidak ada anggaran dari pemerintah langsung off, tapi tidak dengan SIPA,” ujar Nunuk.

“Jadi SIPA sendiri menjadi maskot, menjadi ikon seni pertunjukan. Hal itu bisa menunjukkan bahwa Solo menjadi kota kreatif subsektor seni pertunjukan,” lanjutnya.

Dory Harsa Bangga Bisa Terlibat

Dory mengaku tak menyangka didapuk menjadi maskot pada SIPA 2020. Baginya, keterlibatan dalam perhelatan rutinan ini merupakan pencapaian yang luar biasa.

Tak lupa, Dory juga menyampaikan terima kasih kepada SIPA yang mau menaruh perhatian terhadap seni maupun lagu daerah. Ia berharap hal itu dapat terus hidup mewarnai belantika kesenian Tanah Air bahkan kancah internasional.

“Kami ini pelaku seni yang notabene-nya membawakan lagu Jawa. Jadi ranah yang mungkin belum mayoritas alias masih minoritas. Tapi ternyata kita tahu lagu-lagu Jawa sekarang luar biasa, malah sangat dikagumi, bahkan seluruh lapisan masyarakat mampu menikmati dan menerima,” terang Dory.

“Jadi ini adalah penghargaan luar biasa, saya mewakili teman-teman semua, bukan hanya saya pribadi, melainkan semuanya, mungkin penyanyi, mungkin pelaku seni lainnya, kami mengucapkan terima kasih karena SIPA masih peduli dengan seni atau lagu-lagu daerah,” terusnya.

Penabuh kendang tiap pertunjukan Didi Kempot itu juga meyakini SIPA mampu menyajikan konsep virtual terbaik, yang nantinya bisa jadi tolak ukur bagi penyelenggara seni pertunjukan lainnya.

“Semoga SIPA pada tahun ini bisa menjadi salah satu barometer atau penilaian konsep virtual terbaik karena kita tahu setelah pandemi Covid-19 ini hampir semuanya, bidang pekerjaan, mulai pekerjaan keras sampai lembut, semuanya terdampak, terutama pelaku seni. Tapi saya yakin SIPA nanti bisa menyajikan sekaligus mencontohkan konsep virtual yang lain,” pungkasnya.

Aksi Penyerangan Habib di Solo, Pengacara Sebut Tersangka Hanya Simpatisan

Halaman: 
Penulis : Iskandar