logo


Kim Jong Un Peringatkan Korut untuk Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Wabah Covid-19

Kim Jong Un dikabarkan hadir dalam sebuah pertemuan dengan pejabat pemerintahan Korea Utara. Hal tersebut menepis rumor yang menyebut bahwa dirinya mengalami masalah kesehatan

26 Agustus 2020 16:15 WIB

Kim Jong-un
Kim Jong-un nikkei

SEOUL, JITUNEWS.COM - Kim Jong Un telah meberikan peringatan kepada otoritas Korea Utara untuk bersiap menghadapi wabah Covid-19 dan perubahan cuaca yang ekstrem.

Hadir dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat pemerintahannya pada Selasa (25/8), Kim mengatakan bahwa akan ada sejumlah kendala dalam upaya pencegahan virus Covid-19 di Korea Utara. Hal tersebut dikabarkan oleh kantor berita KCNA, dilansir dari BBC News pada Rabu (26/8).

Sejak awal pandemi hingga saat ini, Pyongyang terus mengklaim bahwa belum ada satu pun kasus Covid-19 yang terjadi di wilayahnya, meskipun hal ini membuat banyak pakar kesehatan ragu. Tidak ada satu pun kasus terkonfirmasi yang dilaporkan oleh Korea Utara meskipun beberapa waktu lalu mereka mengisolasi salah satu kota di wilayah perbatasan dengan Korea Selatan.


Langgar Aturan Karantina, Wanita Australia Ini Dipenjara 6 Bulan

Hadirnya Kim Jong un dalam pertemuan tersebut seakan menepis rumor mengenai kesehatannya yang membuat dirinya terpaksa men-delegasikan beberapa kewenangannya kepada adik perempuannya, Kim Yo-Jong.

Meskipun Kim mengklaim Korea Utara saat ini baik-baik saja, namun sejumlah media internasional menyebut bahwa negara dengan 25 juta penduduk tersebut saat ini tidak dalam kondisi yang aman.

Badai Bavi dapat menyebabkan kerusakan besar di negara yang tengah menghadapi musim penghujan terpanjang dalam sejarah mereka. Hujan lebat yang terjadi selama beberapa hari pada awal bulan Agustus lalu memicu bencana banjir besar di Korea Utara.

Laporan cuaca BBC memprediksi bahwa badai akan melanda Korea Utara beberapa pekan sebelum musim panen berlangsung, yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi dengan debit air yang mencapai 200 hingga 300 mm. Sementara menurut laporan PBB, lebih dari setengah penduduk Korea Utara mengalami kekurangan pangan.

Media internasional juga tidak dapat memastikan berapa jumlah kasus Covid-19 sebenarnya yang terjadi Korea Utara mengingat mereka telah menutup wilayah perbatasannya sejak bulan Januari 2020 lalu.

Penutupan wilayah perbatasan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 tersebut tentunya berdampak buruk terhadap rantai pasokan vital di sana.

KCNA juga telah mengabarkan bahwa banyak staf kedutaan asing meninggalkan negara tersebut akibat adanya pembatasan sosial yang sangat ketat di Korea Utara.

Seorang Diplomat Uni Eropa Kedapatan Langgar Aturan Karantina di Irlandia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia