logo


Seorang Diplomat Uni Eropa Kedapatan Langgar Aturan Karantina di Irlandia

Phil Hogan, seorang komisioner Uni Eropa terbukti bersalah usai melanggar aturan karantina yang diberlakukan oleh pemerintah Irlandia

26 Agustus 2020 15:45 WIB

Phil Hogan, komisioner perdagangan Uni Eropa
Phil Hogan, komisioner perdagangan Uni Eropa istimewa

DUBLIN, JITUNEWS.COM - Pemerintah Irlandia telah menyatakan bahwa Phil Hogan, salah satu komisioner perdagangan Uni Eropa, telah melanggar aturan protokol kesehatan yang diberlakukan pada situasi pandemi Covid-19 saat dirinya tiba di Irlandia.

Dilansir dari BBC pada Rabu (26/8), Phil Hogan mendapat hujatan dan kritikan usai dirinya kedapatan menghadiri sebuah acara makan malam yang juga dihadiri oleh lebih dari 80 orang pada 19 Agustus lalu, dan tidak melakukan karantina mandiri usai tiba dari Brussels, Belgia.

Dalam pernyataannya, Hogan mengatakan bahwa dirinya telah mendapat pemeriksaan Covid-19 pada 5 Agustus lalu dan dinyatakan negatif sehingga ia menilai tidak perlu melakukan karantina mandiri.


PM Jepang Terlihat Sakit, Jubir: Periode Pemerintahannya Masih Tersisa Satu Tahun Lagi

Meskipun demikian, Departemen Kesehatan Irlandia menyatakan bahwa aturan karantina mandiri tersebut wajib dilakukan oleh semua orang yang tiba dari negara-negara yang menurut pemerintah Irlandia tidak masuk dalam daftar hijau, meskipun sesorang tersebut dinyatakan negatif Covid-19.

Sebelumnya, Hogan pada Selasa (25/8) menegaskan bahwa dirinya tidak melanggar aturan apapun saat berada di Irlandia. Kepada RTE, Hogan juga menyebut bahwa dirinya tidak menjadi ancaman bagi kesehatan orang lain. Ia hanya melakukan kesalahan besar yang memalukan. Kepada RTE News, Hogan juga meminta maaf karena telah menghadiri acara makan malam tersebut.

Irlandia diketahui merupakan salah satu negara di Eropa yang memberlakukan aturan karantina secara ketat guna mencegah masyarakat untuk melakukan perjalanan keluar negeri atau sebaliknya kecuali untuk kepentingan yang mendesak.

Langgar Aturan Karantina, Wanita Australia Ini Dipenjara 6 Bulan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia