logo


Langgar Aturan Karantina, Wanita Australia Ini Dipenjara 6 Bulan

Asher Faye Vander Sanden harus menjalani masa hukuman enam bulan usai kedapatan melanggar aturan karantina

26 Agustus 2020 15:12 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. shutterstock

PERTH, JITUNEWS.COM - Asher Faye Vander Sanden, 28 tahun, yang kedapatan melanggar aturan kebijakan karantina yang diberlakukan di Australia Barat, harus menjalani hukuman penjara selama enam bulan.

Sebelumnya, Asher diketahui berada di negara bagian Victoria selama satu bulan, namun saat kasus Covid-19 kembali melanda negara bagian tersebut, dirinya diijinkan untuk kembali ke rumahnya di Perth, Australia Barat dan diwajibkan menjalani masa karantina selama 14 hari di hotel dengan biaya pribadi.

Namun, Aher justru secara diam-diam datang dengan menggunakan kendaraan pribadinya dan menginap di rumah rekannya.


China Mengeluh Pesawat Mata-Mata AS Terbang di Atas Wilayah Udara Mereka

Pemerintah Australia Barat memberlakukan kebijakan karantina secara ketat dimana para pelanggar dapat dijatuhi hukuman penjara maksimal hingga 12 bulan, atau membayar denda sebesar $50 ribu atau setara dengan Rp 525 juta.

Dilansir dari BBC pada Rabu (26/8), John Hammond, selaku pengacara Asher, mengatakan bahwa klien-nya terpaksa datang ke Victoria untuk merawat saudarinya yang sakit. Ia kemudian meng-karantina dirinya sendiri di rumah temannya dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.

Meskipun demikian, hakim Andrew Matthews menyatakan bahwa Asher telah melanggar aturan karantina dan menjatuhkan hukuman penjara selama enam bulan.

Asher bukanlah satu-satunya orang yang dipenjara karena melanggar aturan pembatasan sosial tersebut. Pada April lalu, seorang warga lain, Jonathan Davis, juga mendapatkan hukuman enam bulan penjara usai kedapatan meninggalkan hotel tempat ia dikarantina untuk bertemu dengan rekannya.

PM Jepang Terlihat Sakit, Jubir: Periode Pemerintahannya Masih Tersisa Satu Tahun Lagi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia