logo


Mekanisme Snapback AS untuk Sanksi Iran Tak Dapat Restu dari Indonesia

Presiden Dewan Keamanan PBB Dian Triansyah Djani mengatakan bahwa dirinya tidak dapat mengambil langkah yang lebih jauh untuk memproses permohonan snapback AS

26 Agustus 2020 10:54 WIB

Sidang Dewan Keamanan PBB
Sidang Dewan Keamanan PBB Al Jazeera

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Dewan Keamanan PBB Dian Triansyah Djani, pada Selasa (25/8) menyatakan bahwa dirinya saat ini tidak dapat mengambil langkah yang lebih jauh untuk memproses mekanisme snapback yang diajukan oleh AS guna memperpanjang sanksi embargo senjata terhadap Iran.

Hal tersebut ia sampaikan saat merespon pertanyaan dari perwakilan China dan Rusia dalam pertemuan yang digelar secara virtual tersebut.

Pernyataan perwakilan Indonesia tersebut membuat pihak AS berang. Dubes AS menuding semua negara yang tidak setuju dengan permohonan AS tersebut mendukung pihak teroris.


Dikawal Sejumlah Pejabat AS, Israel Kunjungi Abu Dhabi Pekan Depan

"Ijinkan saya untuk menjelaskan sejelas mungkin: pemerintahan Donald Trump sama sekali tidak takut untuk berdiri sendiri pada isu ini," kata Kelly Craft, dubes AS dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (26/8).

"Saya hanya menyesalkan bahwa semua anggota dewan ini kehilangan arah dan saat ini mereka berada di pihak para teroris," tambahnya.

Belum jelas apakah pernyataan yang dilontarkan oleh Indonesia di pertemuan Dewan Keamanan PBB tersebut berarti mengakhiri tekanan AS yang meminta dijatuhkannya kembali sanksi terhadap Iran.

Dubes Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa dirinya berharap AS segera membatalkan rencana mereka terhadap iran tersebut. Sedangkan Dmitry Polyanskiy, salah satu staf perwakilan Rusia menjelaskan arti dari pernyataan yang dilontarkan oleh Dian Triansyah Djani tersebut.

"Itu berarti, tidak ada SNAPBACK," tulisnya dalam akun Twitter.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa (25/8) mengatakan bahwa Teheran dapat mencapai kesepakatan dengan Washington jika AS meminta maaf dan mengembalikan kesepakatan nuklir tahun 2015.

"Tekanan AS terhadap Iran telah dikalahkan. Upaya untuk merubah rezim Iran dengan membawa orang-orang turun ke jalan juga gagal. Mereka menemukan bahwa metode-metode ini tidak berhasil," katanya.

Desak Israel Buka Blokade, Hamas: Gaza Tidak Akan Tinggal Diam

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia