logo


Debat MUI dan Banser Soal Penggerudukan Sekolah: Kok Wakil Rakyat Tak Mengerti Substansi Penegakan Hukum

Menurut Saad, langkah Banser itu diambil setelah melakukan konsultasi dan diskusi dengan para kiai NU.

25 Agustus 2020 06:30 WIB

KH Najamuddin MUI
KH Najamuddin MUI Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aksi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggeruduk lembaga pendidikan madrasah, Yayasan Al Hamidy – Al Islamiyah di Pasuruan, Jawa Timur pada Kamis (20/8) menjadi sorotan publik.

Ketua PC Ansor Bangil Saad Muafi menyatakan pihaknya mendatangi lembaga pendidikan TK, MI dan MTs Yayasan Al Hamidy – Al Islamiyah lantaran disinyalir menjadi sarang HTI.

Hal itu diungkapkan saat dirinya terlibat perdebatan dengan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, KH Najamuddin Ramli di tVone.


Ngaku Bosan Bicara Soal TKA Cina, Tengku Zul: Selamat Datang, Semoga Kalian Betah

“Jujur saja ini sudah kita pantau sejak lama dan ini meresahkan para kiai, khususnya kiai NU,” kata Saad Muafi.

Menurutnya, langkah itu diambil setelah melakukan konsultasi dan diskusi dengan para kiai NU. Saad menyebut pemerintah harus tegas agar tak ada lagi doktrinasi sistem khilafah di Tanah Air.

“Saya berharap kepada Kementerian Agama mencabut izin pendidikan Yayasan Al Hamidy – Al Islamiyah agar kemudian ini juga mereduksi, mengurangi penyebaran daripada doktrinasi-doktrinasi khilafah,” ujar Saad.

Pernyataan itu sontak disambar oleh KH Najamuddin. Ia menilai tindakan Saad dan Banser sudah kelewatan.

“Saya kira ini Mas Saad ini sudah bertindak seperti polisi, sudah bertindak sebagai hakim. Mau menutup sekolah lah, mau menindak inilah. Ini gimana ini? Kan ada proses peradilan,” tegas Najamuddin.

“Anda ini anggota DPR, kok wakil rakyat tidak mengerti substansi penegakan hukum,” sambungnya.

Saad lantas membantah pernyataan Najamuddin. Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan itu mengaku pihaknya tak pernah menutup sekolah. Ia hanya meminta sekolah yang disinyalir menebarkan ajaran khilafah ditutup.

“Mohon maaf Pak kiai, saya bilang saya akan memohon kepada Kementerian Agama untuk menutup,” timpal Saad.

“Ya, tetapi tindakan Anda itu tindakan polisional yang tidak boleh Anda lakukan sebagai (seperti) para militer. Itu tidak boleh,” balas Najamuddin.

Soal Langkah Pemerintah Tangani Covid-19, MUI: Belum Memperlihatkan Hal-hal yang Menggembirakan

Halaman: 
Penulis : Iskandar