logo


PSG Kalah, Pendukung Bentrok dengan Polisi di Paris

Insiden bentrokan terjadi di Paris saat polisi berupaya membubarkan suporter PSG yang berkumpul untuk menyaksikan siaran pertandingan final Liga Champions

24 Agustus 2020 15:45 WIB

Kerusuhan suporter PSG
Kerusuhan suporter PSG istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Upaya pihak kepolisian dalam membubarkan kerumunan massa suporter di Paris yang berkumpul untuk menyaksikan siaran langsung Final Liga Champions yang mempertemukan Bayern Munich dan Paris Saint Germain berakhir dengan bentrokan. Para pendukung tim sepak bola tersebut diketahui telah melanggar protokol kesehatan yang diberlakukan selama masa PSBB guna mencegah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

Laga final yang digelar di Lisbon, Portugal itu sendiri berakhir dengan kemenangan tipis Bayern Munich 1-0 atas PSG.

Saat pertandingan masih berlangsung, belasan anggota kepolisian yang lengkap dengan perlengkapan anti-kerusuhan, menerobos masuk ke sebuah bar di pusat kota Paris guna membubarkan para pendukung PSG yang tengah menggelar acara nonton bareng.


Geruduk Kediaman Netanyahu, Ribuan Warga Israel Desak Sang Perdana Menteri untuk Mundur

Dilansir dari Sky News pada Senin (24/8), pihak kepolisian Paris mengatakan bahwa kerumunan massa terpaksa dibubarkan karena sebagian dari mereka diketahui tidak menggunakan masker dan melanggar aturan sosial distancing.

Sementara itu, di bagian lain Kota Paris, petugas polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan sejumlah pendukung yang berkumpul di sekitar Stadion Parc des Princes. Merasa frustrasi karena tidak dapat menonton pertandingan melalui layar raksasa ditambah dengan kekalahan tim yang mereka dukung, para suporter PSG mulai membakar flares (suar) dan kembang api. Tak hanya itu, pendukung juga membakar sejumlah tong sampah.

Menurut kantor berita Sputnik News, polisi telah berhasil mengamankan lebih dari 80 orang pendukung karena melakukan tindak kekerasan dan aksi penyerangan kepada petugas keamanan.

Pasca Ledakan Beirut, Para Pekerja Migran Minta Dipulangkan ke Negara Asal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia