logo


Politikus Demokrat Sebut Kebijakan Ganjil Genap Tidak Nyambung dengan Pengendalian Covid-19

Ia khawatir terjadi penumpukan transportasi publik karena jumlah penumpang angkutan umum bertambah.

22 Agustus 2020 10:00 WIB

penerapan hari kedua sistem ganjil genap  di Jaksel
penerapan hari kedua sistem ganjil genap di Jaksel Beritagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan ganjil genap motor di DKI Jakarta dinilai Partai Demokrat tidak ada korelasinya dengan pengendalian Covid-19.

"Tujuannya apa sih? Tujuannya kan membatasi pergerakan masyarakat di mana supaya tidak terjadi peningkatan terpapar Covid, kan begitu. Kalau menurut saya, agak-agak nggak nyambung, karena kalau pergerakan dibatasi, efek pertama yang akan terjadi adalah aktivitas ekonomi yang sekarang mulai naik menjadi stuck lagi,'' kata anggota F-Demokrat, Mujiyono, kepada wartawan, Jumat (21/8).

Ia khawatir terjadi penumpukan transportasi publik karena jumlah penumpang angkutan umum bertambah.


Peserta Deklarasi KAMI Ngaku Dapat Bayaran, Begini Tanggapan Ferdinand

"Dengan diberlakukan ganjil genap di saat pandemi gini kurang pas, karena mereka akan beralih ke transportasi publik. Selain belum memadai (angkutan umum), potensi penumpukan susah dikendalikan. Kalau pakai pribadi orang-orang bisa menjaga diri, jadi lebih aman orang pakai kendaraan pribadi," katanya.

Tekan Penularan Covid-19, Anies Baswedan Minta Daerah Lain Tiru Jakarta dalam Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata