logo


AS Desak PBB Kembali Jatuhkan Embargo Senjata ke Iran, PM Israel: Keputusan yang Tepat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung langkah AS yang ingin meminta PBB untuk kembali menjatuhkan sanksi embargo senjata kepada Iran

21 Agustus 2020 18:45 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Kamis (20/8) menyatakan akan mendukung penuh langkah Amerika Serikat yang rencananya akan kembali mendesak PBB untuk menjatuhkan sanksi embargo senjata kepada Iran dan meminta dunia untuk mendukung rencana tersebut.

Pada Kamis (20/8), Amerika Serikat telah melayangkan sepucuk surat kepada Dewan Keamanan PBB dimana mereka menuduh Iran telah melanggar kesepakatan nuklir yang ditandatangani pada 2015 lalu.

"Saya memuji Amerika Serikat untuk keputusan tersebut....Itu merupakan keputusan yang tepat," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan tertulisnya dikutip dari Reuters pada Jumat (21/8).


13 Hari Tanpa Kasus Covid-19, Beijing Cabut Aturan Penggunaan Masker

Amerika Serikat diketahui telah berulang kali meminta Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang sanksi embargo senjata yang dijatuhkan kepada Iran sejak 2015 lalu. Sanksi tersebut akan berakhir pada tahun 2020 ini, sehingga Iran dapat kembali melakukan jual beli senjata dengan pihak manapun tanpa perlu sembunyi-sembunyi.

Menurut Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo, tanpa adanya embargo senjata maka Iran dapat meningkatkan dukungan mereka kepada organisasi-organisasi terorisme internasional dalam hal persenjataan. Ia menilai hal tersebut akan memperparah sejumlah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan wilayah belahan dunia lainnya.

"Dewan Keamanan (PBB) harus memperpanjang embargo senjata terhadap Iran guna mencegah konflik lanjutan di kawasan (Timur Tengah)," ujar Pompeo kepada wartawan di Washington, pada Rabu (8/7).

"Tidak ada satupun orang yang mungkin meyakini Iran akan menggunakan senjata apapun yang mereka terima untuk akhir yang damai," imbuhnya.

Petinggi BPOM AS Siap Mundur Jika Vaksin Covid-19 yang Tak Aman Dirilis sebelum Pilpres AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia