logo


Jacinda Ardern Tunda Pencabutan Kebijakan Lockdown di Auckland

Kebijakan lockdown di Auckland akan diberlakukan hingga 26 Agustus mendatang

21 Agustus 2020 16:10 WIB

Jacinda Ardern
Jacinda Ardern istimewa

WELLINGTON, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada Jumat (21/8) mengumumkan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kebijakan lockdown di Auckland menyusul adanya 11 kasus Covid-19 baru yang kembali dilaporkan.

Auckland, yang merupakan kota terbesar di Selandia Baru tersebut akan tetap berada di bawah aturan lockdown hingga setidaknya 26 Agustus mendatang, dimana sebagian besar sektor perekonomian dan sekolah umum terpaksa ditutup.

"Kita telah membuat perkembangan bagus. Tak seperti kebijakan lockdown yang berlaku sebelumnya, kini kita tidak lagi menghadapi beberapa klaster wabah," kata Ardern dalam sebuah konferensi pers dilansir dari Channel News Asia pada Jumat (21/8).


5 Kesalahan Paling Mahal yang Pernah Dibuat oleh Manusia

Oleh karena itu, Ardern menilai aturan lockdown yang diberlakukan di Auckland untuk saat ini tidak akan dirubah.

"Tidak ada satu pun yang membuat kami perlu merubah aturan tersebut ataupun memperketatnya," tambahnya.

Adanya klaster baru yang muncul di Auckland tersebut membuat total jumlah kasus Covid-19 di Selandia Baru kini mencapai 1,315 dengan 105 kasus aktif dan 22 kematian.

Munculnya kembali kasus Covid-19 di Selandia Baru mendapat tanggapan negatif dari Presiden AS Donald Trump. Trump mengklaim bahwa Selandia Baru mengalami kemunculan kasus baru dengan jumlah yang besar. Pernyataan tersebut jelas membuat Jacinda Ardern kesal.

"Semua orang dapat melihat bahwa di Selandia Baru hari ini kita membicarakan mengenai 11 kasus (tambahan), dimana AS menghadapi lebih dari 40 ribu kasus baru," kata Jacinda Ardern.

"Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh warga Selandia Baru dalam menghadapi wabah Covid-19," tambahnya.

Belum Pulih dari Insiden Ledakan, Warga Beirut Kini Harus Hadapi Lockdown Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia