logo


Sindir Menteri Baru Tak Paham Birokrasi, Sri Mulyani: Menyiram Dana ke Masyarakat Tak Semudah Menyiram Air ke Toilet

Sri Mulyani sebut banyak tantangan dalam serapan anggaran penanganan Covid-19

19 Agustus 2020 19:38 WIB

dok kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Menteri Keungan Sri Mulyani menyindir sejumlah menteri terutama menteri baru yang tidak paham terkait birokrasi, sehingga penyerapan anggaran penanganan Covid-19 tidak maksimal.

"Beberapa menteri benar-benar baru menjabat (sebagai menteri). Saya selalu berpikir seandainya semua menteri seperti saya, berharap mereka sudah tahu tentang birokrasi, kebijakan, dokumen anggaran. Tapi tidak, beberapa dari mereka benar-benar baru (menjadi menteri), mereka belum pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya," kata Sri Mulyani seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (19/8/2020).

Sri Mulyani mengatakan banyak tantangan dalam serapan anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tantangan tersebut antara lain kebijakan tiga bulan terakhir yang berubah-ubah sehingga menteri harus bisa menyesuaikan kondisi lapangan.


Tertarik Punya Uang Rp 75 Ribu Khusus HUT RI? Begini Cara Mendapatkannya

Ia mengatakan alokasi dana untuk penanganan Covid-19 dan PEN sebesar Rp 695,2 triliun. Sementara yang baru terealisasi sebesar Rp 151,25 triliun atau 21,75 persen. Hal tersebut menjadi wajar apabila Presiden Joko Widodo menjadi marah dengan lambatnya serapan anggaran.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa menyalurkan dana ke masyarakat tidak semudah menyiramkan air ke toilet. Hal tersebut lantaran pemerintah harus bertanggungjawab dan akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Presiden meminta dana tersebut harus disiram kepada masyarakat. Tapi menyiram dana ke masyarakat tidak semudah menyiram air ke toilet. Ketika menyalurkan dana, pemerintah akan diaudit mengenai siapa target penerimanya, alamatnya, jadi ini bicara tentang data," lanjutnya.

Punya Ide 'Out of The Box', Rocky Gerung Dinilai Cocok Gantikan Nadiem Makarim

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati