logo


Bantu Bersihkan Tumpahan Minyak, Jepang Kirim Tim Ahli Kedua ke Mauritius

Jepang meningkatkan bantuan mereka dalam membersihkan sisa tumpahan minyak di lepas pantai Mauritius dengan memberangkatkan tim ahli kedua

18 Agustus 2020 20:00 WIB

Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius
Kapal MV Wakashio yang karam di perairan Mauritius istimewa

PORT LOUIS, JITUNEWS.COM - Pemerintah Jepang mengirimkan tim ahli kedua mereka ke Mauritius guna membantu dalam membersihkan lebih dari 1.000 ton minyak yang tumpah akibat karamnya kapal tanker MV Wakashio. Tumpahan minyak tersebut sangat mengancam kehidupan bawah laut Mauritius, yang perekonomiannya sangat mengandalkan sektor pariwisata.

Langkah tersebut diambil oleh Jepang usai pemerintah Mauritius meminta kompensasi dari pemilik kapal terkait kerusakan yang diakibatkan oleh insiden tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Jepang telah memberangkatkan tim ahli yang terdiri dari enam orang, termasuk seorang pakar penjaga pantai dan seorang diplomat guna membantu proses pembersihan di lepas pantai Mauritius. Sementara tim ahli kedua yang terdiri dari tujuh orang rencananya akan segera diberangkatkan pada Rabu (19/8).


Pemimpin Hong Kong Tak Akan Baper dengan Sanksi AS

"Minyak yang tumpah tersebut telah menyebabkan kerusakan yang serius pada lingkungan pesisir pantai tenggara Mauritius dan juga akan berdampak terhadap sektor industri pariwisata di sana," demikian pernyataan pemerintah Jepang, dikutip dari AFP pada Selasa (18/8).

"Jepang telah memutuskan untuk menerjunkan tim yang komprehensif dengan semua keadaan, termasuk permintaan mengenai bantuan yang mendesak dari pemerintah Republik Mauritius," tambahnya.

Kapal MV Wakashio diketahui telah karam dan terjebak di sebuah karang pada 25 Juli lalu dan mulai menumpahkan minyak yang terdapat di lambung kapal seminggu kemudian.

Insiden tersebut membuat pemerintah Jepang dan Mauritius dikecam oleh banyak pihak karena tidak segera bertindak untuk mencegahnya.

Hizbullah Dituding sebagai Dalang Ledakan Beirut, Presiden Lebanon: Mustahil

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia