logo


Hizbullah Dituding sebagai Dalang Ledakan Beirut, Presiden Lebanon: Mustahil

Michel Aoun membantah adanya keterkaitan antara Hizbullah dengan insiden ledakan Beirut

18 Agustus 2020 19:30 WIB

Ledakan Beirut
Ledakan Beirut Al Jazeera

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Presiden Lebanon, Michel Aoun membantah bahwa insiden ledakan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu disebabkan oleh Hizbullah. Meski demikian, ia akan terus melakukan investigasi terhadap semua kemungkinan yang ada.

Pemerintah Lebanon saat ini tengah melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan besar yang dipicu oleh timbunan senyawa ammonium nitrat, yang telah menewaskan 178 orang dan melukai 6 ribu warga Beirut pada 4 Agustus lalu.

Aoun menegaskan bahwa Hizbullah tidak menyimpan senjata apapun di pelabuhan tersebut.


Blokir Jalan Raya, Suku Asli Amazon Protes Desak Adanya Bantuan untuk Hadapi Covid-19

"Mustahil, namun peristiwa penting semacam ini jelas membangkitkan semangat dan imajinasi," kata Aoun dikutip dari Reuters pada Selasa (18/8).

Sementara itu, pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah sebelumnya telah membantah adanya tuduhan yang menyebut bahwa pihaknya memiliki gudang penyimpanan senjata di pelabuhan Beirut. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi terkait insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa jika insiden tersebut adalah upaya sabotase Israel, Hizbullah tak akan segan-segan untuk menyerang balik dengan "harga yang setimpal".

Aoun mengatakan bahwa investigasi tersebut digelar untuk mengungkap apakah insiden tersebut diakibatkan adanya kelalaian, atau memang murni kecelakaan.

"Meskipun insiden ini terlihat seperti sebuah kecelakaan, namun saya tak ingin dituduh tidak mendengarkan semua suara," kata Aoun.

Pemimpin Hong Kong Tak Akan Baper dengan Sanksi AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia