logo


Dukung Aksi Protes di Negaranya, Dubes Belarus untuk Slovakia Mengundurkan Diri

Dubes Belarus untuk Slovakia mengaku sangat terkejut dengan adanya kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap massa aksi protes yang menolak hasil pilpres Belarus

18 Agustus 2020 17:15 WIB

Aksi protes di Minsk yang menolak hasil pilpres Belarus
Aksi protes di Minsk yang menolak hasil pilpres Belarus istimewa

MINSK, JITUNEWS.COM - Duta Besar Belarus untuk Slovakia, Igor Leschenya, memutuskan untuk mundur dari jabatannya untuk mendukung aksi protes yang dilakukan oleh warga masyarakat Belarus yang menolak hasil pemilihan umum yang memenangkan Alexander Lukashenko.

"Saya telah mengisi surat pengunduran diri saya. Hal ini merupakan langkah yang masuk akal yang pernah saya ambil sejak terpilih untuk menduduki jabatan duta besar oleh presiden (Lukashenko). Kementerian Luar Negeri meyakini bahwa sikap saya, yang telah saya sampaikan dalam pernyataan tertulis, berada di luar kewenangan saya sebagai Duta Besar," kata Leschenya dikutip dari Sputnik News pada Selasa (18/8).

Pada akhir pekan kemarin, dalam sebuah video yang ia posting pada YouTube, Leschenya mengaku sangat terkejut dengan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh petugas keamanan terhadap para demonstran di Belarus. Ia juga menyampaikan rasa solidaritasnya kepada mereka yang terpaksa turun ke jalan untuk menolak hasil pilpres Belarus yang kembali memenangkan Lukashenko untuk keenam kalinya secara beruntun.


Trump Sebut AS Bakal Jadi Seperti Venezuela Jika Joe Biden Menang Pilpres

Hasil Pemilihan Presiden di Belarus juga mendapat penolakan dari sejumlah negara dan komunitas internasional. Diberitakan sebelumnya, Menlu Kanada, Francois Philippe Champagne mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengakui hasil pemilihan umum karena adanya sejumlah kecurangan.

"Kanada bergabung dengan beberapa negara rekan dan komunitas internasional dalam mengecam adanya tindakan keras terhadap aksi protes damai yang terjadi usai pemilihan umum presiden Belarus. Kami tidak bisa menerima hasil pilpres yang penuh dengan kecurangan tersebut dan mendesak adanya pemilu yang adil dan bebas," kata Champagne dalam sebuah pernyataan yang ia posting melalui akun Twitternya.

Kanada Tak Akui Hasil Pilpres Belarus yang Menangkan Alexander Lukashenko

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia