logo


Kanada Tak Akui Hasil Pilpres Belarus yang Menangkan Alexander Lukashenko

Menlu Kanada menyebut bahwa hasil pemilu di Belarus penuh dengan kecurangan

18 Agustus 2020 16:45 WIB

Bendera Kanada
Bendera Kanada istimewa

OTTAWA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Kanada, Francois Philippe Champagne mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengakui hasil pemilihan umum presiden di Belarus yang kembali memenangkan Alexander Lukashenko.

Pada Sabtu lalu, Champagne mengatakan bahwa pihaknya telah berbicara dengan kandidat presiden Belarus Svetlana Tikhanovskaya dan mengungkapkan dukungannya terhadap aksi protes masyarakat yang terjadi di seluruh penjuru Belarus.

"Kanada bergabung dengan beberapa negara rekan dan komunitas internasional dalam mengecam adanya tindakan keras terhadap aksi protes damai yang terjadi usai pemilihan umum presiden Belarus. Kami tidak bisa menerima hasil pilpres yang penuh dengan kecurangan tersebut dan mendesak adanya pemilu yang adil dan bebas," kata Champagne dalam sebuah pernyataan yang ia posting melalui akun Twitter, dilansir dari Sputnik News pada Selasa (18/8).


Dituduh Bocorkan Rahasia AS, Mantan Anggota CIA Diancam Hukuman Seumur Hidup

"Kami meminta untuk segera dilakukan investigasi yang menyeluruh melalui Organisasi kerja sama dan keamanan di Eropa," tambahnya.

Aksi protes yang terjadi lebih dari satu pekan tersebut dipicu oleh hasil pemilu Belarus yang dinilai penuh dengan kecurangan sehingga Alexander Lukashenko kembali terpilih menjadi presiden. Lukashenko sendiri diketahui telah berkuasa sejak lebih dari 25 tahun silam.

Trump Sebut AS Bakal Jadi Seperti Venezuela Jika Joe Biden Menang Pilpres

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia