logo


Bersedia Serahkan Kekuasaan Lewat Referendum, Lukashenko: Saya Tidak Hidup Abadi

Pemimpin Belarus bersedia menyerahkan kekuasaan yang telah ia genggam selama 26 tahun melalui referendum

17 Agustus 2020 20:08 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

MINSK, JITUNEWS.COM - Alexander Lukashenko, pemimpin Belarus, pada Senin (17/8) mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk menyerahkan kekuasaannya melalui sebuah referendum. Hal tersebut ia sampaikan untuk meredakan aksi protes yang berakhir dengan kerusuhan di Belarus yang menjadi tantangan terberat yang pernah ia hadapi dalam 26 tahun kepemimpinannya.

"Kita akan melakukan perubahan melalui referendum, dan saya akan menyerahkan kekuasaan konstitusional saya. Namun, hal itu tidak dilakukan dibawah tekanan dari aksi protes jalanan," kata Lukashenko, dikutip dari Reuters pada Senin (17/8).

"Ya, saya bukan orang suci. Anda tahu sisi keras saya. Saya juga tidak (hidup) abadi. Namun, jika anda menurunkan presiden pertama, anda akan menurunkan sejumlah negara di kawasan," lanjutnya.


Apa yang Terjadi di Hong Kong Bikin China Kehilangan Taiwan untuk Selamanya

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Tsikhanouskaya, tokoh oposisi Lukashenko, mendesak pasukan keamanan untuk berpindah mendukung para demonstran. Ia mengatakan bahwa pasukan keamanan akan mendapatkan pengampunan jika mereka melakukannya saat ini.

"Saya siap untuk mengambil tanggung jawab dan bertindak sebagai pemimpin nasional selama periode ini," kata Tsikhanouskaya.

Jared Kushner Sebut Trump Tak Pernah Politisasi Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia