logo


Tak Akan Gelar Pemilu Ulang di Belarus, Lukashenko: Negara Ini Akan Mati

Presiden Belarus Alexander Lukashenko menegaskan bahwa dirinya tak akan sudi untuk mengulang proses pemilu yang dinilai penuh dengan kecurangan

17 Agustus 2020 15:18 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

MINSK, JITUNEWS.COM - Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan bahwa negara Belarus akan runtuh jika pemerintah mengabulkan permintaan digelarnya pemilu ulang. Ia juga memperingatkan bahwa pasukan NATO saat ini telah mengepung wilayah perbatasan mereka.

Dalam sebuah pidato yang digelar di depan istana kepresidenannya, Lukashenko mendesak semua pendukung dan simpatisannya untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.

"Saya berlutut di depan kalian, untuk pertama kalinya dalam hidup saya. Kalian berhak mendapatkannya!" kata Lukashenko kepada barisan pendukungnya dikutip dari Russia Today pada Senin (17/8).


Kasus Covid-19 Kembali Muncul di Auckland, Selandia Baru Tunda Pemilu

Ia juga menolak untuk menggelar pemilu ulang, usai pihak oposisi dan banyak warga masyarakat menuduhnya telah melakukan kecurangan untuk memenangkan kembali pemilu Belarus yang keenam kalinya.

"Para petinggi NATO mendesak adanya pemilu baru. Jika kita mengabulkannya, negara ini akan mati," kata Lukashenko.

"Dengan semua kesulitan ini...kita akan membangun sebuah negara yang indah bersama-sama. Jika seseorang ingin menyerah untuk membangun negara ini, saya tidak akan mengijinkannya meskipun saya mati," tegasnya.

Sejumlah laporan menyebut bahwa sejumlah sektor pekerja dipaksa untuk menghadiri kampanye Lukashenko tersebut atau terancam dipecat.

Sementara itu, pihak oposisi dan ratusan ribu masyarakat di seluruh Belarus terus menggelar aksi protes, yang telah mereka lakukan sejak Lukashenko mengklaim kemenangannya pada 9 Agustus lalu.

Covid-19 Seret Perekonomian Jepang ke Titik Terendahnya sejak Empat Dekade Lalu

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia