logo


AS Bisa Saja Hadapi Dua Wabah Sekaligus pada Musim Dingin Mendatang

Para pakar kesehatan memperingatkan bahwa munculnya wabah influenza pada musim dingin dapat memperburuk situasi pandemi Covid-19 yang tengah mereka hadapi

15 Agustus 2020 17:58 WIB

Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19
Ilustrasi Petugas medis membawa jenazah pasien Covid-19 istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Banyak pakar kesehatan dan para peneliti memperingatkan bahwa wabah influenza yang biasanya terjadi pada musim dingin akan memperburuk situasi pandemi COvid-19 di Amerika Serikat.

Meskipun demikian, namun para peneliti mengatakan bahwa diterapkannya aturan sosial distancing, menjaga kebersihan serta penggunaan masker juga dapat mencegah penularan virus influenza, jika warga masyarakat AS berniat melakukannya.

"Kita pada dasarnya akan menghadapi dua musim virus pernafasan dalam waktu yang bersamaan," kata Dr William Schaffner, salah satu pakar kesehatan di Universitas Tennesse, dikutip dari The Guardian pada Sabtu (15/8).


Mike Pompeo Kecewa Dewan Keamanan PBB Tak Perpanjang Embargo Senjata Iran

Di belahan bumi utara, wabah flu biasanya mengalami masa puncak antara bulan Desember hingga Februari atau pada saat musim dingin. Menurut Badan Penanganan dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC), pada tahun 2019 lalu, diperkirakan wabah musiman tersebut telah menewaskan sekitar 61 ribu kematian dan membuat lebih dari 810 ribu orang warga Amerika Serikat menjalani perawatan rumah sakit.

Sementara itu, untuk perbandingan, virus Covid-19 telah menewaskan lebih dari 160 ribu orang di AS. Pada bulan Maret hingga Mei 2020 saja, tercatat jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit AS mencapai lebih dari 293 ribu. Tingginya jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 juga berdampak buruk terhadap perekonomian AS menyusul diberlakukannya kebijakan lockdown.

Hizbullah Peringatkan Bahwa Israel Akan Membayar Mahal Jika Terbukti Terlibat dalam Ledakan Beirut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia