logo


Hizbullah Peringatkan Bahwa Israel Akan Membayar Mahal Jika Terbukti Terlibat dalam Ledakan Beirut

Hizbullah dan Israel saling melontarkan tudingan terkait siapa yang bertanggung jawab atas ledakan Beirut

15 Agustus 2020 17:00 WIB

Ledakan Beirut
Ledakan Beirut Al Jazeera

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Tragedi ledakan dahsyat di Beirut telah menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai 6 ribu warga lainnya serta membuat lebih dari 300 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan bahwa insiden tersebut telah merusak setengah dari bangunan yang ada di Beirut dengan total kerugian material mencapai USD 15 miliar.

Pemimpin kelompom militan Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan bahwa Israel harus membayar mahal jika terbukti berada di balik ledakan yang mengguncang Beirut pada 4 Agustus lalu.


UEA Yakin Israel Akan Tepati Janjinya untuk Tunda Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Otoritas Lebanon meyakini bahwa ledakan disebabkan oleh 2,750 ton ammonium nitrat yang disimpan dalam sebuah gudang di pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun. Senyawa kimia tersebut meledak usai gudang tempat penyimpanannya terbakar. Investigasi yang dilakukan sejauh ini masih terus berusaha mencari sebab kebakaran tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyebut ledakan tersebut lebih terlihat sebagai sebuah serangan dibanding hanya sebuah kecelakaan industrial.

Tak berapa lama usai ledakan terjadi, siaran teleivisi Israel Channel 13 mengklaim bahwa Ammonium Nitrat tersebut merupakan milik Hizbullah, yang selama ini merupakan musuh bebuyutan Israel. Mereka mengklaim senyawa kimia tersebut merupakan bahan peledak yang akan digunakan dalam melawan negara Yahudi tersebut.

Klaim tersebut tentunya langsung disanggah oleh Hizbullah. Kelompok militan yang mendapat dukungan dari Iran tersebut menuding Israel lah yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Mike Pompeo Kecewa Dewan Keamanan PBB Tak Perpanjang Embargo Senjata Iran

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia