logo


Mike Pompeo Kecewa Dewan Keamanan PBB Tak Perpanjang Embargo Senjata Iran

Mike Pompeo mengatakan bahwa meskipun embargo senjata Iran tidak diperpanjang, dan akan segera habis masa berlakunya pada akhir tahun ini, namun pihak AS akan terus memastikan bahwa Iran tidak dapat melakukan jual-beli senjata dengan pihak manapun

15 Agustus 2020 16:15 WIB

Sekretaris Negara AS Mike Pompeo
Sekretaris Negara AS Mike Pompeo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sekretaris Negara AS Mike Pompeo sangat kecewa dengan hasil voting Dewan Keamanan PBB yang tidak akan memperpanjang masa sanksi embargo senjata Iran. Pompeo mengatakan bahwa AS akan terus berupaya untuk memastikan jika Iran tidak akan dapat melakukan jual-beli senjata dengan pihak manapun.

"Dewan Keamanan PBB menolak permohonan 'masuk akal' (AS) guna memperpanjang sanksi embargo senjata Iran yang telah dijatuhkan selama 13 tahun, dan itu hanya akan membuka jalan bagi negara pendukung terorisme terbesar di dunia untuk membeli dan menjual senjata api konvensional tanpa adanya pembatasan secara spesifik dari PBB," kata Pompeo dikutip dari Sputnik News pada Sabtu (15/8).

Dengan menolak permintaan AS tersebut, Pompeo mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB juga menolak permintaan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah lainnya yang juga menginginkan sanksi embargo senjata tersebut diperpanjang.


Hizbullah Sebut Kesepakatan Damai UEA-Israel adalah Rencana Donald Trump

"Amerika Serikat tidak akan pernah meninggalkan negara sahabat di kawasan (Timur Tengah) yang juga berharap lebih kepada Dewan Keamanan. Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa rezim teror tersebut tidak memiliki kebebasan dalam melakukan jual-beli senjata yang hanya akan mengancam Eropa, Timur Tengah dan kawasan lain," kata Pompeo.

Sementara itu, menurut Presiden Dewan Keamanan PBB untuk bulan Juli, Dian Triansyah Djani, permohonan mengenai perpanjangan masa waktu embargo senjata tersebut tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari negara anggota.

"Hasil votingnya sebagai berikut: dua pihak mendukung, dua pihak menolak, dan 11 lainnya abstain. Permohonan belum dapat disetujui karena gagal mencapai jumlah suara yang diperlukan," kata Djani, yang merupakan perwakilan dari Indonesia di DK PBB.

UEA Yakin Israel Akan Tepati Janjinya untuk Tunda Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia