logo


Jawab Kritik PKS Terkait Pidato Jokowi, Istana: Reformasi di Segala Sektor dan Pembenahan Diri

Jokowi mengingatkan bahwa krisis akibat pandemi Covid-19 harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi.

15 Agustus 2020 10:29 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pidato Presiden Joko Widodo soal membajak momentum krisis mendapat kritikan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pihak Istana kemudian memberikan penjelasan mengenai pidato Jokowi tersebut.

"'Bajak' momentum krisis untuk melakukan lompatan kemajuan: reformasi di segala sektor dan pembenahan diri secara fundamental, reformasi fundamental itulah strategi kita di masa krisis ini, meraih kemajuan di segala bidang, dan mencegah resesi di bidang perekonomian lalu mempercepat pertumbuhan ekonomi pada 2021 dengan perkiraan 4,5-5,5 persen," ujar juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).

Menurutnya, Jokowi mengingatkan bahwa krisis akibat pandemi Covid-19 harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi.


Dengar Pidato Jokowi soal 'Tak Main-main Berantas Korupsi', ICW Tercengang

"Pola pikir dan etos kerja bangsa Indonesia harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan untuk transformasi kemajuan bangsa," ujar Fadjroel.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS Mardani ALi Sera menilai permintaan Jokowi sulit dilakukan saat ini.

"Pandangan saya, jangankan melompat, berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental. Mulai dari line up kabinet, mulai penajaman anggaran. UMKM kita jangankan suruh lari sekarang, siuman dari pingsannya saja berat," kata Mardani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Jokowi Minta Tak Ada yang Merasa Paling Agamis dan Pancasilais, Ini Kata PA 212

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata