logo


Jokowi Minta Tak Ada yang Merasa Paling Agamis dan Pancasilais, Ini Kata PA 212

Presiden Joko Widodo meminta tidak ada kelompok yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

15 Agustus 2020 09:41 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

"Umat Islam jangan diajarkan soal toleransi karena faktanya di wilayah atau negara manapun yang Islam mayoritas pasti minoritas terlindungi sebaliknya di mana muslim minoritas di situ pula muslim tertindas. Islam sangat menghormati keyakinan umat agama lain tanpa menggadaikan aqidah," jelasnya.

"Toleransi pasti lah, dalam Islam dijunjung musyawarah sesuai dengan sila ke 4 Pancasila tuh," imbuh Slamet.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa demokrasi menjamin kebebasan dan menghargai hak orang lain. Ia tidak ingin ada orang yang merasa paling agamis dan Pancasilais.


Dengar Pidato Jokowi soal 'Tak Main-main Berantas Korupsi', ICW Tercengang

"Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain. Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis sendiri. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," ujar Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/8).

"Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar," sambungnya.

Minta Jokowi Bersih-bersih Kabinet, Amien Rais: Separuh Menterinya Memang Tak Pantas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata