logo


Jokowi Minta Tak Ada yang Merasa Paling Agamis dan Pancasilais, Ini Kata PA 212

Presiden Joko Widodo meminta tidak ada kelompok yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

15 Agustus 2020 09:41 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo meminta tidak ada kelompok yang merasa paling agamis dan Pancasilais.

Pernyataan Jokowi tersebut mendapat tanggapan dari Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif. Slamet mengatakan bahwa Jokowi harus serius memperhatikan pihak yang ingin mengubah Pancasila dengan Trisila atau Ekasila.

"Bagi seorang muslim yang iman kuat pasti akan mengedepankan agama di atas segalanya. Yang harus diperhatikan serius oleh Jokowi itu justru yang ingin merubah Pancasila dengan Trisila atau Ekasila tapi merasa paling Pancasilais," kata Slamet Maarif kepada wartawan, Jumat (14/8).


Dengar Pidato Jokowi soal 'Tak Main-main Berantas Korupsi', ICW Tercengang

Menurutnya, demokrasi tidak boleh bertabrakan dengan nilai agama.

"Demokrasi tidak boleh bertabrakan dengan nilai agama. Jangan mengatasnamakan demokrasi untuk membuang nilai agama dari ketatanegaraan yang ada itu tak beda dengan komunis," katanya.

Slamet mengatakan bahwa Islam mengajarkan tentang toleransi.

Minta Jokowi Bersih-bersih Kabinet, Amien Rais: Separuh Menterinya Memang Tak Pantas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata